Enam Pengeroyok Ade Armando Dituntut Hukuman Dua Tahun Penjara

Enam terdakwa pengeroyok Ade Armando dituntut hukuman dua tahun penjara.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Ilham Rian Pratama
Enam terdakwa pengeroyok Ade Armando dituntut hukuman dua tahun penjara, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Enam terdakwa pengeroyok Ade Armando dituntut hukuman dua tahun penjara.

Jaksa penuntut umum (JPU) menilai mereka telah melakukan kekerasan kepada Ade Armando.

Keenam terdakwa itu adalah Abdul Latif, Marcos Iswan, Komar, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja.

"Menuntut, supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini memutuskan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana," ucap Jaksa Ibnu Suud saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/8/2022).

Marcos, Komar, Abdul, Al Fikri, Dhia Ul Haq, dan Bagja dituntut melanggar pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP.

Para terdakwa menyatakan mengajukan pleidoi alias pembelaan. Sidang akan dilanjutkan Senin (29/8/2022) pekan depan.

Baca juga: Anggap Kasus Sulit, Jaksa Bakal Dampingi Polri Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir Yosua

Marcos, Al Fikri, Dhia Ul Haq, dan Bagja merupakan pengemudi ojek daring.

Sedangkan Komar berprofesi sebagai sopir, dan Abdul seorang buruh.

Mereka disebut berasal dari Partai Masyumi, dan bermaksud ikut serta dalam unjuk rasa, tetapi bukan bagian dari kelompok mahasiswa.

Baca juga: Bharada Eliezer Lihat Brigadir Yosua Terkapar Berdarah di Depan Ferdy Sambo yang Pegang Senjata

Kasus pengeroyokan Ade Armando bermula ketika keenam terdakwa mengetahui adanya unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung DPR pada 11 April 2022.

Saat massa unjuk rasa mulai membubarkan diri, terdengar suara yang meneriakkan 'itu Ade Armando, keroyok'.

Teriakan itu membuat enam terdakwa melakukan tindakan kekerasan ketika Ade Armando melintas di hadapan mereka.

Baca juga: 35 Polisi Terbukti Langgar Kode Etik di Kasus Brigadir Yosua, 18 di Antaranya Ditahan di Patsus

Perbuatan tersebut membuat Ade Armando terluka parah.

Dia terluka di bagian wajah, kepala, serta cedera di otak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved