Warta Kesehatan

Diskriminasi dan Stigma Negatif Bisa Membuat Penyintas Kusta Alami Tekanan Psikologis

Fanny Rachma menyampaikan pentingnya keberadaan media sebagai penyalur informasi yang valid mengenai penyakit kusta

Editor: Feryanto Hadi
parapuan
Ilustrasi penyakit kusta. Pers, blogger hingga masyarakat umum diharapkan bijak menyikapi fenomena penyakit kusta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Indonesia menempati urutan ketiga di dunia untuk jumlah kasus kusta, setelah India dan Brazil.

Sayangnya, edukasi mengenai kusta di Indonesia masih begitu minim. 

Bahkan, sampai saat ini, penyakit kusta masih menimbulkan stigma di tengah masyarakat, sehingga penanganan pasien, termasuk deteksi hingga pengobatannya turut terhambat. 

Project Officer SUKA (Suara untuk Indonesia Bebas Kusta), Fanny Rachma menyampaikan pentingnya keberadaan media sebagai penyalur informasi yang valid mengenai penyakit kusta

Sebab, saat ini diakuinya banyak informasi yang berkembang justru menyudutkan para penderita kusta, membuat mereka merasa terpinggir dalam bersosial.

“Media diharapkan mampu menuangkan informasi kusta yang valid dan inklusif dengan kaidah jurnalistik tanpa mengesampingkan risiko terjadinya stigma dan diskiriminasi pada kusta yang berujung pada masalah kesejahteraan emosional, psikologis hingga sosial,” ujar Fanny Rachma dalam diskusi yang diselenggaraka NLR Indonesia, bersama radio KBR, dengan topik “Stigma dan Mental Wellbeing pada Kusta”, Selasa (23/8/2022)

Baca juga: Cacar Monyet yang Beredar Saat Ini Varian Afrika Barat, Fatality Ratenya Cuma 0,03 Persen

Diskusi yang diselenggaraka NLR Indonesia, bersama radio KBR, dengan topik “Stigma dan Mental Wellbeing pada Kusta”, Selasa (23/8/2022)
Diskusi yang diselenggaraka NLR Indonesia, bersama radio KBR, dengan topik “Stigma dan Mental Wellbeing pada Kusta”, Selasa (23/8/2022) (Ist)

Dalam acara tersebut dibahas hal seputar mitos-fakta tentang kusta, dan peran media dan sejauh mana media awareness terkait isu kusta, serta bagaimana inisiatif mahasiswa peduli kusta dalam partisipasinya pada upaya penanganan kusta, serta pengalaman konkrit pemberitaan terkait kusta yang dilakukan individu maupun organisasi. 

Communications Officer NLR Indonesia Paulan AJi menambahkan, pihaknya mendorong kalangan media dan pers mahasiswa agar menampilkan foto, gambar, video, dan cerita yang inspiratif tanpa melanggengkan stigma kusta.

“Cerita yang dilengkapi foto, gambar, video dan pernyataan sebaiknya menampilkan perubahan yang positif dari orang yang pernah mengalami kusta, bukan malah berfokus pada sisi kelamnya,” ungkap Paulan Aji.

Di sisi lain, Praktisi Media Achmad Mutiul Alim menambahkan informasi dan kisah inspiratif tentang orang yang pernah mengalami kusta perlu diangkat ke media secara rutin.

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Berharap Stigmatisasi dan Diskriminasi terhadap Penyintas Kusta Bisa Hilang

“Organisasi seperti NLR Indonesia perlu terus menjalin relasi dengan media karena setiap hari media menerima ribuan rilis dengan berbagai isu. Maka bila ada cerita inspiratif atau publikasi yang menarik tentang kusta dan dikirim ke media ini akan membantu kampanye lebih luas tentang kusta,” ujarnya

Sementara Nadhila Beladina dari Yayasan Satu Jalan Bersama / Kelompok Mahasiswa peduli kusta berbagi pengalaman yayasannya dalam berinteraksi dengan orang yang pernah mengalami kusta.

Baginya, berbagi pengetahun yang benar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dari sebelumnya.

Ketiga narasumber juga memberikan tips dalam menghasilkan produk media atau liputan tentang orang yang mengalami kusta seperti foto yang positif dan inklusif, cerita yang inspiratif dan penggunaan istilah yang benar seputar isu kusta.

Misalnya, menggunakan istilah  seperti orang yang pernah mengalami kusta, bukan ex penderita kusta atau mantan kusta atau pasien kusta bukan pengidap kusta, atau disabilitas bukan cacat.

Workshop media gathering ini diikuti oleh lebih dari 50 media dan mahasiswa melalui zoom meeting dan siaran live youtube KBR dan NLR Indonesia.

Diharapkan media semakin berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan informasi yang benar seputar kusta dan mampu menyuarakan atau memberitakan informasi yang benar,  efektif , menarik dan inklusif sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan, sosial dan budaya tidak hanya menjadi paham, tetapi juga termotivasi untuk terlibat aktif dalam penanganan kusta di Indonesia

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved