Berita Kriminal

Diduga Kuat Terlibat Kasus Penipuan Perizinan Tambang Nikel, Eks Bos Perusahaan Oli Belum Ditangkap

AS, eks bos cairan pelumas kendaraan diduga terlibat kasus penipuan bermodus pengurusan izin tambang nikel sejak tahun 2019 lalu.

Editor: Panji Baskhara
Kompas.com
Ilustrasi: Eks bos perusahaan cairan pelumas kendaraan ternama berinisial AS, diduga kuat terlibat kasus penipuan perizinan tambang nikel belum ditangkap pihak kepolisian. 

WARTAKOTALIVE.COM - Eks bos perusahaan cairan pelumas kendaraan ternama berinisial AS, diduga kuat terlibat kasus penipuan.

AS diduga terlibat kasus penipuan bermodus pengurusan izin tambang nikel sejak tahun 2019 lalu.

Ternyata, AS pun sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan itu.

Namun sejak ditetapkan tersangka oleh penegak hukum, AS hingga saat ini belum ditangkap dan ditahan.

Maka itu, Bareskrim Polri didesak untuk segera menahan AS. 

Hal ini dikatakan oleh kuasa hukum pelapor, Rendra Septian kepada awak media, Selasa (23/8/2022).

"Kami minta kepada Bareskrim Polri untuk segera menangkap yang bersangkutan."

"Karena sejak penetapan tersangka pada 2019 belum ada penangkapan atau penahanan," ujar Rendra Septian.

Dijelaskan Rendra, AS diketahui ditetapkan tersangka sejak 17 Desember 2019.

Penetapan tersebut berdasarkan surat peningkatan status tersangka bernomor S.Tap/16-Subdit I/XII/2019/Dit Tipidum.

Surat itu disebut-sebut ditandatangani oleh seorang pejabat Bareskrim Polri.

"Penetapan tersangka sudah sekitar tiga tahun tapi sampai sekarang yang bersangkutan belum ditangkap," ungkapnya.

Sementara mengenai aksi penipuan, kata Rendra, bermula ketika kliennya jalin kerja sama dengan AS soal pengelolaan tambang nikel pada 2016.

Dalam kerja sama itu, AS meminta dana sebesar Rp 13 miliar.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved