Senin, 27 April 2026

Arteria Dahlan Mual dan Malu dengar Kasus Pembunuhan Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo

Arteria Dahlan mengaku mual dan malu dengan kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo karena telah mencoreng institusi Polri.

Editor: Junianto Hamonangan
TV Parlemen
Arteria Dahlan mengaku mual dan malu dengan kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo karena mencoreng institusi Polri saat rapat dengar pendapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

WARTAKOTALIVE,COM, JAKARTA - Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membahas kasus mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo yang digelar di Gedung DPR RI, pada Rabu (24/8/2022). 

Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan bersuara lantang mengenai perkara yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) ini. Ia berharap agar Kapolri bisa membuka kasus tersebut secara menyeluruh.

"Kami Komisi III jujur prihatin, sedih dan berduka. Berita Ferdy Sambo ini buat mual, malu kami. Ini tragedi hukum kemanusiaan yang melibatkan institusi Polri," ujar Arteria.

Baca juga: Kapolri Sebut Dekorder CCTV di Pos Satpam Kompleks Polri Diambil Anggota Div Propam dan Bareskrim

Politisi PDI Perjuangan itu pun menaruh harapan besar dalam tubuh Polri. Terlebih Polri ini merupakan buah dari Reformasi.

"Kita nangis pak, ribuan triliun sudah digelontorkan. Pak Presiden Jokowi juga menaruh harapan besar. Polri makin meluas tugasnya dari membantu urusan Covid-19 hingga bencana, tapi sirna dengan sekejap," ucapnya.

Menurutnya ini bukan hanya urusan pembunuhan Brigadir J saja. Melainkan juga muncul mafia lainnya.

"Mafia yang berlindung di institusi Polri yang sakral ini. Mafia ini bekerja menghalalkan segala cara dan menerobos aturan. Ada apa dengan Polri ini," kata Arteria.

Baca juga: Kapolri Komitmen Rampungkan Sidang Etik Puluhan Polisi di Kasus Brigadir Yosua dalam Waktu Sebulan

Arteria meminta agar Kapolri menjelaskan secara terang benderang terkait hal ini. Buka semua jaringan mafia yang kini ramai di tengah publik.

"Kami tidak intervensi, kami beri waktu Kapolri bekerja," ungkapnya.

Ia menyebut dari awal kasus yang menewaskan Brigadir J itu memang janggal. Ini sangat mengoyak keadilan masyarakat.

"Kami ingin dengar langsung Kapolri yang menjelaskan, sehingga bisa jadi info tunggal dengan perkara ini," papar Arteria. (dik)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved