Penembakan

AKBP Jerry Siagian Kini Meringkuk di Patsus Mako Brimob,Sempat Desak LPSK Lindungi Istri Ferdy Sambo

Penempatan itu buntut ketidakprofesionalan dalam menangani kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
AKBP Jerry R Siagian, Irjen Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi. Wadireskrimum Polda Metro Jaya, Jerry R Siagian, disebut-sebut mendesak LPSK untuk memberi perlindungan pada Putri Candrawathi. 

Edwin menegaskan, LPSK akan terus membuka dalam konteks permohonan perlindungan, apabila akan kembali diajukan oleh PC.

Walaupun nantinya Ibu P diharuskan terlebih dahulu mengikuti prosedural pemeriksaan yang sesuai dengan undang-undang berlaku.

"Ibu P atau siapapun yang mengajukan permohonan ke LPSK kemudian diputuskan ditolak oleh LPSK, itu tidak menutup ruang untuk mengajukan permohonan kembali. Tetapi tetap saja LPSK melakukan pemeriksaan lagi," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan LPSK memutuskan menolak atau menghentikan penelaahan permohonan perlindungan terhadap PC karena tidak ditemukan tindak pidana berdasarkan pelecehan seksual atau kekerasan seksual.

Pasalnya jajaran LPSK menilai tidak ditemukannya bukti atau fakta tindak pidana pelecehan seksual yang sempat dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan dan keputusan itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"LPSK sudah menghentikan penelaahan terkait permohonan, karena memang tidak ada pidana seperti yang diumumkan Bareskrim Polri," kata Hasto.

Disodori amplop

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) juga mengaku pernah disodorkan dua buah amplop tebal, usai bertemu Irjen Ferdy Sambo di Kantor Propam Polri, bulan lalu.

Pernyataan itu mulanya diungkap oleh Menkopolhukam Mahfud MD usai menerima laporan dari LPSK.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan, peristiwa pemberian amplop itu terjadi di Kantor Propam pada 13 Juli 2022, atau beberapa hari setelah kabar insiden penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat mencuat.

"Pertemuan di Kantor Propam pada 13 Juli 2022, setelah pertemuan dengan Irjen Ferdy Sambo dan jeda menunggu kedatangan Bharada E," kata Edwin saat dikonfirmasi Tribunnews, Jumat (12/8/2022).

Saat itu, staf LPSK yang mendatangi Kantor Propam berjumlah dua orang, sedang melakukan koordinasi dengan Irjen Ferdy Sambo, terkait pengajuan permohonan perlindungan, termasuk untuk Bharada E.

Edwin menyebutkan, peristiwa pemberian amplop itu terjadi saat salah satu staf LPSK sedang menunaikan salat di masjid Mabes Polri.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 11 Agustus 2022: Dosis I: 202.891.896, II: 170.432.646, III: 58.218.431

Sedangkan satu staf LPSK lainnya masih menunggu di ruang tunggu Kantor Propam.

"Pada saat kesempatan tersebut, salah seorang staf berseragam hitam dengan garis abu-abu, menyampaikan titipan atau pesanan 'Bapak' untuk dibagi berdua di antara Petugas LPSK," beber Edwin.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved