Harga Pertalite

Politisi PKS Ingatkan Pemerintah Jangan Gegabah Menaikkan Harga Pertalite, Rakyat Bisa Tercekik

Politisi PKS Tengku Iwan mewan-wanti pemerintah untuk tak gegabah menaikkan harga Pertalite, dampaknya bisa mencekik rakyat.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Tengku Iwan berharap pemerintah bisa menahan diri untuk tak menaikkan harga Pertalite, sebab bisa berdampak buruk bagi perekonomian nasional. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bereaksi keras mengenai rencana pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah berniat ingin menaikkan harga Pertalite dari Rp. 7 650 per liter menjadi Rp. 10.000 per liter.

Politisi PKS Tengku Iwan menolak tegas mengenai kebijakan ini.

Menurutnya, jika rencana itu diterapkan akan menimbulkan efek domino.

"Janganlah dinaikan harga BBM. Berpengaruh kuat pada kenaikan harga barang dan jasa," ungkap Tengku kepada Warta Kota, Senin (22/8/2022).

Tengku yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang ini menilai jika harga BBM naik maka daya beli jadi rendah.

Masyarakat dari kelas ekonomi bawah yang merasakan betul akibatnya.

"Kasihan warga, baru saja reda dari hantaman ekonomi sebagai dampak Covid-19, sekarang diterjang lagi oleh kenaikan Pertalite," katanya.

Baca juga: Pengamat Sebut MyPertamina Bikin Bingung, Anjurkan Pertalite untuk Sepeda Motor dan Angkutan Umum

Seharusnya pemerintah peka dengan hal ini. Jangan membebani masyarakat dengan kebijakan tersebut.

"Mendingan KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) stop saja, ini upaya penghematan," papar Tengku.

Sebelumnya, politisi Demokrat, Sartono juga memberikan pernyataan yang menohok soal rencana pemerintah menaikkan harga Pertalite.

"Ada inkonsistensi dari sikap pemerintah, karena belum sepekan kita disuguhi pernyataan Presiden terkait APBN kita yang surplus," katanya.

Anggota Komisi VII DPR Sartono prihatin pada pemerintah yang ingin menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, dampak dari perang Rusia-Ukraina.
Anggota Komisi VII DPR Sartono prihatin pada pemerintah yang ingin menaikkan harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, dampak dari perang Rusia-Ukraina. (Tribunnews.com)

Namun, kenyataannya berbanding terbalik di lapangan.

Sekarang tiba-tiba pemerintah membuat pernyataan yang tidak seirama dengan pernyataan Presiden Jokowi tersebut.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved