Investasi

Lupa Investasi di Indonesia, Elon Musk Lebih Tertarik Garap Implan Chip di Otak Manusia

Miliarder AS, Elon Musk, tampaknya enggan investasi di Indonesia, dia malah lebih tertarik garap bisnis implan chip di otak manusia.

Editor: Valentino Verry
dailymail.co.uk
Miliarder AS, Elon MUsk, akan investasi besar di bisnis implan chip di otak manusia. Proyek masa depan ini mengalahkan janjinya investasi di Indonesia. Ini sungguh disayangkan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengusaha super kaya AS, Elon Musk, ternyata memiliki mimpi besar di pengembangan teknologi.

Pria berusia 51 tahun itu ternyata punya ketertarikan besar di proyek implan chip pada otak manusia.

Maka jangan heran bila Elon Musk melupakan janji investasi di Indonesia.

Seperti diketahui, medio pertengahan Mei 2022, Presiden Jokowi Bersama Luhut B Pandjaitan melakukan kunjungan ke markas Elon Musk di Texas, AS.

Dalam pertemuan tersebut, Elon Musk janji untuk investasi besar di Indonesia.

Akan tetapi, janji tinggal janji, hingga kini tak terealisasi. Sementara pemerintah Indonesia terus menunggu janji tersebut, seperti seorang wanita menunggu janji sang pacar.

Bahkan, ada kabar Luhut B Pandjaitan akan menyambangi Elon Musk, menagih janji itu.

Sementara, untuk menjalankan ambisinya Elon Musk bekerja sama dengan perusahaan pengembang implan chip otak Synchron Inc.

Elon Musk Sabtu kemarin (20/8/2022) dilaporkan telah menghubungi pendiri sekaligus CEO Synchron Inc., Thomas Oxley, selama beberapa minggu terakhir. Namun kesepakatan antara kedua pihak masih jauh dari kata selesai.

Langkah yang diambil Elon Musk diperkirakan dapat membantu perusahaan neuro teknologinya, yaitu Neuralink mengeksplorasi pembuatan implan chip otak pada manusia.

Baca juga: Luhut Ungkap Jokowi Bakal Bertemu Bos Tesla Elon Musk, Tempat Pertemuan Sedang Diatur

Sebelum Elon Musk mengajukan kerjasama dengan Synchron Inc, pengembang chip Neuralink diketahui telah beberapa menunda uji coba chip otak neuroteknologi lantaran perusahaan ini tidak kunjung mendapatkan kejelasan izin dari Badan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA).

Hal itu membuat teknologi Neuralink tertinggal jauh dari pengembang chip lainnya.

Elon Musk kemudian kepincut menggandeng  Synchron Inc yang berbasis di New York untuk melakukan kolaborasi uji coba implan otak pada manusia.

Mengutip dari Reuters, dipilihnya Synchron sebagai mitra bukan tanpa alasan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved