Tangkap Tangan KPK

Sepak Terjang Prof Karomani, Kantongi Rp4,4 M dari Pungutan di Unila, Jabat Wakil Ketua PWNU

Karomani dan sejumlah petinggi Unila lain diduga mendapatkan keuntungan pribadi dari proses penjaringan mahasiswa baru di universitas tersebut

Penulis: Desy Selviany | Editor: Feryanto Hadi
Tribunnews.com
Rektor Unila Karomani akhirnya ditetapkan KPK sebagai tersangka atas perbuatannya yang kerap menerima suap sebesar ratusan juta rupiah untuk tiap mahasiswa baru. Tiap tahun dia bisa mengeduk banyak uang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tangkap tangan (OTT) di Bandung, Jawa Barat dan Lampung.

Salah satu pihak yang terjaring adalah adalah Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Karomani MSi.

Karomani dan sejumlah petinggi Unila lain diduga mendapatkan keuntungan pribadi dari proses penjaringan mahasiswa baru di universitas tersebut

Di tahun ajaran 2022, Rektor Universitas Lampung Prof Karomani mendapat keuntungan korupsi hingga lebih dari Rp4,4 Miliar.

Baca juga: Ditangkap KPK, Rektor Unila Todong Rp100 Juta Hingga Rp350 Juta ke Orang Tua Calon Mahasiswa

Baca juga: KPK Tangkap Tangan Rektor Universitas Lampung Prof Dr Karomani MSi

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkap modus korupsi Universitas Lampung atau Unila.

Kata Nurul Ghufron, saat ini ada delapan pihak yang diamankan dalam OTT KPK kasus korupsi Unila.

Kedelapan orang tersebut ialah Rektor Unila Prof Karomani, kedua Wakil Rektor I Unila Prof Heryandi, ketiga Ketua Senat Unila inisial MB.

Selain itu KPK juga menangkap Kepala Biro dan Perencanaan Hubungan Masyarakat Unila Budi Sutomo, Dekan Teknik Unila Helmi Fitriawan, Dosen inisial ML, ajudan rektor inisial AT, dan orang tua mahasiswa inisial AD.

Baca juga: Rektor Unila Dibantu Mahasiswa, Dosen, Hingga Dekan Dalam Kasus Suap

Selain menangkap delapan orang tersebut, dalam OTT korupsi Unila KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berasal dari hasil kejahatan korupsi.

Uang yang disita KPK yang diduga didapat dari orang tua calon mahasiswa itu diantaranya dialihkan menjadi tabungan deposito, emas batangan dan ada yang masih dalam bentuk uang tunai senilai Rp4,4 miliar.

"Selian itu KPK temukan sejumlah uang diterima KRM dari Budi Sutomo dan MB dari ortu mahasiswa dialihkan uang jadi tabungan deposito emas batangan dan maish dalam bentuk uang tunai Rp4,4 Miliar," jelas Nurul Ghufron.

Selain itu, dalam OTT korupsi Unila KPK juga amankan sejumlah barang bukti uang senilai Rp414 juta, slip setoran deposito Bank senilai Rp800 juta, dan kunci deposit box isi emas senilai Rp1,4 Miliar.

Sementara saat OTT Rektor Universitas Lampung Prof Karomani di Bandung KPK sita barang bukti berupa kartu ATM dan buku tabungan senilai Rp1,8 Miliar.

Baca juga: Momentum Peringatan HUT RI, Firli Bahuri: Saatnya Anak Bangsa Angkat Bambu Runcing Perangi Korupsi

Profil Prof Dr Karomani M.Si.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved