OTT KPK

KPK Tetapkan Rektor Unila Tersangka, Modus Patok Tarif Rp 100 – Rp 350 Juta saat PMB

Rektor Unila Karomani ditetapkan KPK menjadi tersangka terkait kasus suap PMB. Beliau dikenal maruk dengan patok suap Rp 100 - Rp 350 juta.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Rektor Unila Karomani akhirnya ditetapkan KPK sebagai tersangka atas perbuatannya yang kerap menerima suap sebesar ratusan juta rupiah untuk tiap mahasiswa baru. Tiap tahun dia bisa mengeduk banyak uang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setelah memeriksa selama 24 jam, akhirnya KPK menetapkan Rektor Universitas Lampung (Unila) sebagai tersangka pada kasus suap penerimaan mahasiswa baru (PMB), Minggu (21/8/2022).

Menurut Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, dalam OTT yang dilakukan, tim menangkap delapan orang di wilayah Lampung, Bandung, dan Bali.

"Pertama saudara KRM (Karomani) rektor Universitas Lampung periode 2020-2024, HY wakil rektor 1 bidang akademik Universitas Lampung, MB Ketua Senat Universitas Lampung, BS Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung, ML dosen, HF Dekan Fakultas Teknik Universitas Lampung, AT ajudan KRM, AD swasta," tuturnya dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Merah Putih KPK dikutip dari YouTube KPK RI.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menyampaikan konstruksi terkait dugaan suap dan gratifikasi dalam PMB Unila tahun 2022.

Asep mengatakan tim disebar di tiga wilayah yaitu Lampung, Bandung dan Bali.

Tim yang berada di Lampung, katanya, mengamankan ML, HF, dan HY.

"Beserta barang bukti uang tunai sebesar Rp 414,5 juta. Kemudian slip setoran deposito di salah satu bank sebesar Rp 800 juta dan kunci safe deposit box yang diduga berisi emas yang setara dengan Rp 1,4 miliar," katanya.

Baca juga: Lulus Seleksi Kualitas, Bekas Raja OTT KPK Harun Al Rasyid Semakin Dekat Jadi Calon Hakim Agung

Selanjutnya tim yang berada di Bandung menangkap KRM, BS, MB, dan AT dengan barang bukti kartu ATM dan buku tabungan sebesar Rp 1,8 miliar.

"Dan yang ditangkap di Bali adalah saudara AD," jelas Asep.

Kemudian, katanya, pihak-pihak dan barang bukti dibawa ke Gedung KPK untuk diperiksa lebih lanjut.

Asep menjelaskan kasus dugaan suap ini naik ke penyidikan dan telah ditetapkan empat tersangka yaitu KRM, HY, MB, AD.

Rektor Unila Karomani digirang petugas KPK dengan rompi oranye, yang menandakan telah menjadi tersangka.
Rektor Unila Karomani digirang petugas KPK dengan rompi oranye, yang menandakan telah menjadi tersangka. (Tribunnews.com)

Lebih lanjut keempat tersangka dilakukan upaya paksa penahanan 20 hari ke depan terhitung 20 Agustus-8 September 2022 di Rutan KPK, Jakarta.

"KRM ditahan di Rutan pada Gedung Merah Putih, HY ditahan di Rutan pada Pomdam Jaya Guntur, MB ditahan di Rutan KPK pada Rutan Jaya Guntur," ucapnya.

"Sedangkan AD penahanannya dimulai pada 21 Agustus," imbuh Asep.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved