koruspi

Ditangkap KPK, Rektor Unila Todong Rp100 Juta Hingga Rp350 Juta ke Orang Tua Calon Mahasiswa

Rektor Universitas Lampung atau Prof Karomani todong uang Rp150 juta hingga Rp350 juta kepada orang tua calon mahasiswa.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Tribunnews.com
REktor Unila Karomani akhirnya ditetapkan KPK sebagai tersangka atas perbuatannya yang kerap menerima suap sebesar ratusan juta rupiah untuk tiap mahasiswa baru. Tiap tahun dia bisa mengeduk banyak uang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rektor Universitas Lampung atau Prof Karomani todong uang Rp100 juta hingga Rp350 juta kepada orang tua calon mahasiswa yang ingin anaknya masuk negeri.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan modus korupsi Unila yang berhasil dibongkar KPK Jumat (19/8/2022).

Kata Nurul Ghufron, saat ini delapan orang yang terlibat dalam kasus korupsi Unila diamankan oleh KPK.

Dari hasil pemeriksaan, korupsi tersebut bermodus penerimaan calon mahasiswa baru tahun ajaran 2022.

Rektor Unila Prof Karomani memiliki peran penting dalam kasus korupsi tersebut.

Ia sosok yang menentukan tarif dan mengatur pengambilan uang yang disetor orang tua calon mahasiswa.

Adapun kasus suap itu terdapat dalam salah satu sistem penerimaan mahasiswa baru Unila yakni program Simanila.

Baca juga: Rektor Unila Dibantu Mahasiswa, Dosen, Hingga Dekan Dalam Kasus Suap

Selain SNMPTN, Unila juga membuka jalur Simanila untuk penerimaan mahasiswa baru.

Ternyata, untuk masuk lewat program ini, orang tua calon mahasiswa diwajibkan menyetorkan sejumlah dana di luar yang sudah ditentukan pihak kampus. Besaran tarif tersebut Rp150 juta hingga Rp350 juta.  

“Selama proses Simanila berjalan KRM terlibat aktif seleksi mahasiswa Unila dengan perintahkan HY sebagai aWarek I bidang akademik dan MB Ketua Senat untuk seleksi personal,” jelas Nurul Ghufron di KPK, Sabtu (21/8/2022).

Kata Nurul Ghufron, para tersangka menego kesanggupan orang tua mahasiswa untuk menyerahkan sejumlah dana apabila anaknya mau diluluskan ke universitas negeri di Lampung tersebut.

Dana tersebut bukanlah dana resmi yang sudah ditentukan oleh universitas.

“Uang yang disepakati KRM variasi dari Rp100 juta sampai Rp350 juta untuk orang tua peserta seleksi,” jelas Nurul Ghufron.

Atas hal tersebut, dari delapan orang yang ditangkap, empat orang sudah ditetapkan tersangka kasus korupsi yakni Rektor Universitas Unila Karomani, Wakil Rektor I Unila Prof Heryandi, Ketua Senat Unila MB, dan orang tua calon mahasiswa AD.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved