Berita Kriminal

Korban Mengaku Upaya Restorative Justice dalam Kasus Penipuan Perhiasan Emas di Jakarta Barat Mandek

Merry Joseva mengaku kecewa dengan upaya restorative justice Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dalam kasus penipuan perhiasan emas.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
foto ilustrasi: Merry Joseva mengaku kecewa dengan upaya restorative justice Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dalam kasus penipuan perhiasan emas. 

WARTAKOTALIVE.COM - Merry Joseva mengaku kecewa dengan upaya restorative justice Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, mandek.

Diketahui, Merry Joseva adalah korban kasus penipuan perhiasan emas, yang diduga pelakunya seorang istri dari purnawirawan berinisial VB.

VB disebut-sebut enggan melakukan pembayaran ganti rugi perhiasan emas terhadap Merry Joseva.

"Setahu saya RJ (restorative justice) adalah memberikan keadilan bagi kedua pihak, tetapi ini nyatanya saya tidak merasakan itu."

Baca juga: Polisi Tetapkan RAS Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Penggelapan Hingga Pencurian Uang Perusahaan

Baca juga: LGBT Jadi Sasaran Pelaku Penipuan Lewat Aplikasi Kencan, Polisi Bekuk Lima Orang

Baca juga: Bareskrim Polri Sebut Dua Pimpinan ACT Pernah Diperiksa Kasus Dugaan Penipuan

"Barang saya tidak pernah dibayarkan atau dikembalikan. Sementara pelaku masih hidup bebas di luar,” katanya kepada awak media, Minggu (14/8/2022).

Diketahui, kasus penipuan perhiasan emas ini terjadi 2020 lalu.

Merry Joseva dan VB merupakan teman arisan yang melibatkan beberapa istri pejabat.

Singkat cerita, di akhir tahun, kata Merry Joseva, VB meminjam beberapa perhiasan dan tak kunjung dikembalikan.

Hal ini membuat Merry Joseva kecewa hingga melaporkan VB ke pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Barat.

Laporan Merry Joseva bernomor: LP/B/3140/VI/2021/SPKT/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METO JAYA pada 18 Juni 2021 lalu.

VB, lanjutnya, kemudian meminta polisi untuk memediasikan kasusnya.

VB berjanji akan mengembalikan barang atau memberi uang pengantian perhiasan yang dahulu dipinjam, namun dengan syarat laporan itu di cabut.

"Tapi sampai sekarang dia tak kunjung membayar ganti rugi atau mengembalikan barangnya. Sampai akhirnya dia ditetapkan tersangka" katanya.

Terlepas itu, Merry mempertanyakan penetapan tersangka terhadap VB yang telah dilakukan sejak 27 Mei 2022.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved