Wisata Kepulauan Seribu

Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Sebira, Ada Mercusuar Peninggalan Belanda

Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Sebira di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki mercusuar peninggalan Belanda.

Kompas.com
Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Sebira yang berada di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki sebuah mercusuar peninggalan Belanda. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Sebira yang berada di Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki sebuah mercusuar peninggalan Belanda.

Pulau Sebira memiliki julukan sebagai Penjaga Utara yang didapatnya pada saat zaman kolonial Belanda. Julukan tersebut bukannya tanpa dasar karena ada kehadiran sebuah mercusuar di sana.

Kehadiran mercusuar yang dibangun pada zaman Belanda tersebut digunakan untuk menandai ada daratan sekaligus jadi satu-satunya mercusuar di Kepulauan Seribu Jakarta.

Seperti dilansir dari exploreseribu.com tertulis mercusuar masuk dalam Daftar Suar Indonesia Nomor 1690 dan pengelolaan Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Wisata Kepulauan Seribu di Pulau Bidadari Melihat Benteng Martello

Mercusuar dengan ketinggian hingga 48,5 meter menjulang hingga 11 tingkat, membuat wisatawan bisa melihat lansekap Pulau Sebira dengan luas yang bisa mencapai 8,2 hektar tersebut.

Sementara pada pelat baja hitam di atas pintu masuk Menara Suar Jaga Utara di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu tercatat pengumuman perihal keberadaan fasilitas itu dalam bahasa Belanda.

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, tulisan itu berarti ”Di bawah kekuasaan (Raja) ZM Willem III dari Belanda, dan lain lain (dll), dll, dll, didirikan untuk suar lampu pendar, 1869.”

Keberadaan mercusuar di Pulau Sebira lantaran lokasinya yang jauh dari daratan Jakarta maupun pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu hingga membutuhkan waktu lebih lama saat berkunjung.

Baca juga: Ahmad Riza Patria Optimis Wisata Kepulauan Seribu Jadi Destinasi Kelas Global

Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menyebut butuh waktu delapan jam agar warga Pulau Sebira datang ke daratan Jakarta dengan menumpang kapal tradisional.

Meski demikian, sekarang ini waktu tempatnya sudah dapat dipangkas menjadi sekitar 2,5 - 3 jam dengan naik kapal cepat dari pulau dengan luas yang bisa mencapai 8,2 hektar tersebut.

Pulau Sebira memang menjadi pulau terluar dari gugusan Kepulauan Seribu yang berada di sisi utara wilayah DKI Jakarta. Namun demikian ada hal yang unik dari pulau itu.

Pasalnya secara geografis lokasi Pulau Sebira lebih dekat dengan Provinsi Lampung ketimbang Provinsi DKI Jakarta. Namun nyatanya pulau itu masuk administrasi ibu kota.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved