Otomotif

Begini Cara Suzuki Kelola Limbah Baterai Lithium-Ion All New Ertiga Hybrid

Suzuki akan kelola dan daur ulang limbah baterai lithium-ion dari mobil All New Ertiga Hybrid oleh perusahaan rekanan Suzuki.

dok. PT Suzuki Indomobil Sales
Suzuki gandeng perusahaan rekanan yang bergerak di bidang pengolahan limbah B3 untuk kelola dan daur ulang limbah masa pakai baterai lithium-ion dari All New Ertiga Hybrid. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengklaim kehadiran All New Ertiga Hybrid di Indonesia mendapatkan banyak respons positif dari masyarakat.

Dalam teknologi Suzuki Smart Hybrid terdapat dua komponen utama, yaitu ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai lithium-ion yang dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Dalam kondisi banyak stop and go, ISG dan baterai lithium-ion mampu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

Untuk menjaga kinerjanya agar tetap prima, kedua komponen tersebut harus selalu diperhatikan kondisinya, terutama baterai lithium-ion.

Maka dari itu, Suzuki memberikan masa garansi yang panjang, yaitu selama 5 tahun atau jika sudah menempuh jarak 100.000 km.

Masa garansi yang panjang ini khusus untuk baterai lithium-ion dan ISG (Integrated Starter Generator). Namun demikian, konsumen diharapkan tetap memperhatikan kondisinya dengan melakukan perawatan di bengkel resmi Suzuki terdekat.

“Karena teknologi ini tergolong baru, mungkin ada beberapa konsumen yang belum mengetahui bagaimana menjaga kondisi battery lithium ion agar tetap prima dan berfungsi secara maksimal. Untuk itu, kami akan terus memberikan edukasi mengenai hal tersebut dan mendampingi konsumen setiap saat,” ungkap 4W Technical Service Section Head PT SIS Adhi Prasojo, Jumat (19/8/2022).

Selain itu, Adhi juga menegaskan, bahwa Suzuki juga berkomitmen dalam pengelolaan sampah baterai lithium-ion yang memiliki masa pakai, salah satunya tergantung pada seberapa besar beban kerjanya.

“Jika baterai lithium-ion sudah habis masa pakainya, maka konsumen berkewajiban mengembalikan baterai lithium-ion ke bengkel resmi Suzuki,” ucapnya.

Baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai tersebut akan dikelola dan didaur ulang oleh perusahaan rekanan Suzuki yang bergerak di bidang pengolahan limbah B3.

Hal ini Suzuki lakukan sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dan menciptakan tata kelola limbah industri yang bertanggung jawab.

Tentunya Suzuki berorientasi pada lingkungan dan juga regulasi pemerintah yang terdiri dari Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021.

Dalam proses pengelolaan baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai, bengkel resmi Suzuki yang menerima baterai dari konsumen akan mengirimkan baterai tersebut ke PT SIS.

Kemudian PT SIS akan mengirimkan baterai lithium-ion ke lokasi penampungan, peleburan, dan pemanfaatan limbah oleh pihak ketiga sebagai badan usaha yang sudah memiliki izin resmi dalam penanganan limbah B3.

“Untuk mendukung komitmen Suzuki dalam menciptakan tata kelola limbah yang bertanggung jawab, kami mengimbau kepada seluruh pemilik All New Ertiga Hybrid untuk mengganti baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai di diler atau bengkel resmi Suzuki terdekat,” pungkas Adhi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved