Partai Nasdem

Politisi NasDem Bangga Disindir PAN Sebagai ‘Partai Ojol’, Karena Banyak Pengurus yang Nyambi

Politisi Partai Nasdem Abdul Canter Sangaji tak mempersoalkan sebutan Partai Ojol, mengingat banyak pengurus yang nyambi jadi tukang ojek.

Warta Kota/Fitriandi Fajar
Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Timur Abdul Canter Sangaji (kanan) saat foto bersama dengan pengemudi ojol, yang menjadi pengurus partai besutan Surya Paloh itu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Anak buah Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh merasa bangga dengan sindiran yang disampaikan Partai Amanat Nasional (PAN) soal ‘partai ojol’.

Partai yang berusia 11 tahun itu tidak mempersoalkan sindirannya, karena memang banyak kader NasDem yang bekerja sebagai tukang ojek online (ojol).

“Terima kasih kalau NasDem disebut ‘partai ojol’, karena memang kebanyakan pengurus di tingkat RT NasDem bekerja sebagai ojek online,” ujar Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Timur Abdul Canter Sangaji pada Kamis (18/8/2022).

Hal itu dikatakan Canter untuk menanggapi sindiran yang disampaikan Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan pada Selasa (16/8/2022) lalu.

Saat itu Viva menyinggung partai ojol yang hanya dijadikan kendaraan politik sebagai syarat konstitusional.

Canter mengatakan, tidak ada yang salah dengan pekerjaan ojol di Indonesia. Bahkan dengan bekerja sebagai ojol, seseorang mampu bertahan hidup hingga menafkahi keluarganya dengan baik.

Dia menduga, sindiran tersebut muncul karena jumlah kader NasDem yang meningkat drastis di berbagai pelosok Tanah Air. Karenanya, Canter merasa sorotan tersebut sebagai sesuatu hal yang wajar.

Baca juga: Politisi PDIP Kritik Etika Politik Partai NasDem Rekomendasikan Ganjar dan Andika Jadi Capres 2024

Dalam kesempatan itu, Canter juga angkat bicara soal isu sejumlah parpol yang enggan berkoalisi dengan NasDem karena ‘pembajakan’ partai.

Kata dia, kepindahan kader maupun partisipan ke NasDem merupakan hak seseorang berdasarkan hati nuraninya masing-masing.

Sebagai contoh, Canter yang pindah dari Partai Hanura ke NasDem sejak Desember 2021 lalu. Padahal saat di Hanura, dia pernah mengemban amanah sebagai anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 lalu.

“Sejak saya mulai gabung, KTA (kartu tanda anggota) NasDem di Jakarta Timur naik drastis hingga 200 persen. Melihat migrasi besar-besaran tersebut, membuktikan bahwa NasDem menawarkan ide-ide segar yang diterima publik, kalau partai buruk mana ada yang mau gabung,” katanya.

Baca juga: Ketua DPP Partai Nasdem: Tiga Capres Rekomendasi Rakernas Punya Peluang yang Sama

Canter menekankan, bahwa NasDem berjalan dan berkarya bersama publik, bukan sekumpulan elite yang berbicara utopia namun arah gerak politiknya jauh dari harapan publik. 

Meski demikian, dia masih menganggap Viva sebagai teman NasDem dari sudut pandang parpol di Indonesia.

“Mungkin ada hal-hal yang mau disampaikan ke arah mana, namun malah kami disebut 'partai ojol'. Tapi kami bersyukur karena memang kami partai yang mayoritas pengurusnya bekerja sebagai ojol,” ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved