Pohon Dianggap Ganggu Halte Transjakarta di Perpusnas, Ahmad Riza Patria: Nggak Sembarangan Menebang

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan tidak bisa sembarangan menebang pohon di sekitar halte Transjakarta Perpusnas meski mengganggu

Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan tidak bisa sembarangan menebang pohon di sekitar halte Transjakarta Perpusnas meski mengganggu. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi permintaan koleganya di DPRD DKI Jakarta soal penebangan pohon karena dianggap mengganggu sarana infrastruktur yang sedang dibangun.

Salah satunya adalah pohon di sekitar Halte Transjakarta Perpusnas atau di seberang sisi selatan Kawasan Monas.

“Kalau soal itu, nanti Dinas Pertamanan dan Hutan Kota karena memang tugasnya. Kami ada aturannya, nggak sembarangan menebang pohon ya,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (18/8/2022).

Meski demikian, kata Ariza, usulan tersebut tetap menjadi perhatian dari Pemprov DKI Jakarta. Ariza berjanji akan menginstruksikan Distamhut DKI untuk mengecek keluhan anggota dewan tersebut.

“Nanti kami lihat seberapa parah atau seperti apa hadirnya pohon tersebut dan kalau masih bisa dirapikan, ya tidak perlu dipotong. Kebanyakan kami lihat kalau trotoar-trotoar di pinggir jalan kan tidak selalu harus memotong pohon-pohon yang ada, jadi bisa disesuaikan,” katanya.

Baca juga: Picu Penumpang Berdesakan, Fraksi PSI Minta Transjakarta Bongkar Kedai Kopi di Halte Harmoni 

Menurut dia, langkah yang dilakukan pemerintah daerah tentu harus mengikuti regulasi yang ada.

Apalagi penataan di sekitar kawasan Monas harus mendapat izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Merdeka di Wilayah DKI Jakarta.

“Prinsipnya masukan dari DPRD akan kami perhatikan, pertimbangkan, dan tindak lanjuti, tapi juga harus kami perhatikan regulasi dan sebagainya. Teman-teman di dinas (Distamhut) memahami aturan tersebut,” ucapnya.

Seperti diketahui, plafon Haltee Transjakarta di Perpusnas ambruk karena tidak sengaja terinjak pekerja proyek. Di sisi lain, ada pohon besar yang menembus atap halte tersebut.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyoroti pihak yang memenangkan tender pembangunan halte tersebut. “Kami koreksi siapa sih pemenang tender di situ," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Senin (1/8/2022).

Baca juga: Kabar Gembira Pecinta Wisata Jakarta, Bus Tingkat Transjakarta Operasi Setiap Selasa Minggu

Lebih lanjut, Prasetyo juga mempertanyakan keberadaan beberapa pohon yang berada di dalam halte bus Transjakarta. 

Menurutnya, pihak pembangun halte perlu berkoordinasi dengan Distamhut jika penyebab ambruknya halte disebabkan keberadaan pohon. Pohon tersebut bisa dipotong demi keberadaan halte yang aman dan nyaman. 

“Sekarang apa gunanya pohon di dalam halte,” ujar Prasetyo.

Sementara itu Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Anang Rizkani Noor mengungkapkan, halte tersebut masih dalam proses revitalisasi dengan pihak kontraktor yaitu PT Wijaya Karya (Wika). 

Anang tak mau berkomentar banyak terkait ambruknya halte tersebut, lantaran halte belum diserahkan pada Transjakarta. “Jadi posisinya halte tersebut belum dialihkan atau diserahkan kepada kami. Jadi itu masih menjadi kewajiban kontraktor,” kata Anang pada Selasa (2/8/2022). (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved