Kekerasan Terhadap Siswa SMKN 1 Jakarta, Ahmad Riza Patria Pertimbangkan Usulan Tes Psikologi Guru

Ahmad Riza Patria pertimbangkan usulan Komisi E DPRD DKI Jakarta agar ada tes psikologi bagi guru buntut adanya kekerasan terhada siswa SMKN 1 Jakarta

warta kota/leonardos wical
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pertimbangkan usulan Komisi E DPRD DKI Jakarta agar ada tes psikologi bagi guru buntut adanya kekerasan terhada siswa SMKN 1 Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemerintah DKI Jakarta mempertimbangkan usulan Komisi E DPRD DKI Jakarta agar rutin melakukan tes psikologi dan kompetensi guru di sekolah.

Hal ini dilakukan buntut dugaan pemukulan yang dilakukan oknum guru olahraga di SMKN 1 Jakarta Pusat kepada siswa Kelas XII berinisial RH (18).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, proses rekrutmen guru memang dibutuhkan dan menjadi hal yang penting dalam dunia pendidikan di Jakarta.

Pemerintah juga perlu  meningkatkan kapasitas guru dan tenaga pendidik, serta menempatkan guru di sekolah yang ada di Jakarta.

“Termasuk usulan (tes psikologi dan kompetensi) dari DPRD DKI akan kami pertimbangkan ya. Memang selama ini kalau melakukan paparan kerja, proses rekrutmen salah satunya adalah tes psikologi,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Guru Olahraga SMKN 1 Jakarta Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Muridnya Hingga Alami Luka Lebam

Ariza menganggap, usulan dari koleganya di DPRD DKI cukup baik. Harapannya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta dapat mengetahui kondisi psikologi guru secara berkala, sehingga potensi kasus kekerasan bisa ditekan.

Meski demikian, kata dia, usulan tersebut perlu dikaji kembali antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI Jakarta.

Hal ini mengingat berbagai tes yang dilakukan memerlukan anggaran yang besar, dan perlu disiapkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Tentu usul tersebut punya konsekuensi biaya, karena jumlah guru bukan 100-200 orang. Kalau kami melakukan tes psikologi, berapa biaya yang dibutuhkan dan sumber biaya dari mana. Itu kan bisa dibahas bersama DPRD juga,” katanya.

“Kalau menyangkut anggaran, DPRD juga ikut terlibat nanti akan kami bahas sejauhmana efektivitas dari usulan itu,” lanjut mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini.

Baca juga: Guru SMKN 1 Jakarta Pusat Pukul Siswanya, Komisi E Panggil Disdik 

Diberitakan sebelumnya, Legislator DKI Jakarta mendukung langkah Rhamdani orang tua RH (18), siswa kelas XII SMKN 1 Jakarta Pusat yang melaporkan oknum guru ke polisi.

Pengawas pemerintah daerah itu menganggap, aksi kekerasan yang terjadi di sekolah tidak bisa dibenarkan.

“Ya sudah bagus kalau memang begitu (dilaporkan ke polisi) kami bisa compare (membandingkan) untuk mendapat bahan (pemanggilangan Disdik),” ujar Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria pada Selasa (16/8/2022).

Iman mengatakan, Disdik perlu dipanggil untuk mengklarifikasi dugaan pemukulan. Dia juga ingin mendalami apakah seluruh guru di sekolah negeri di Jakarta rutin menjalani kompetensi dan tes psikologi atau tidak.

“Untuk psikologinya harus dites ulang karena guru itu kan kalau pindah tempat (penugasan) atau dia terlalu lama di sekolah, dia bisa ada rasa jenuh. Idealnya tes psikologi itu harus ada, apakah 1-2 tahun sekali. Sekalian kompetensinya harus dilihat,” jelas Iman.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta Dukung Orangtua Siswa SMKN 1 Jakarta Korban Penganiayaan Guru Lapor Polisi

“Terkadang kalau baru dipindahin, dia juga menyesuaikan yang tadinya di tempat baik-baik, tiba-tiba sekarang ketemu anak-anak yang nakal. Kan bisa juga ada tempramental,” ucapnya.

Meski demikian, Iman menganggap kasus tersebut sebetulnya tidak perlu terjadi apabila guru lebih bersabar dalam menghadapi peserta didik.

Dibanding menggunakan jalur kekerasan, hendaknya guru memanggil siswa ke ruang guru untuk dilakukan pembinaan.

“Ada mekanisme cara penghukuman bagi yang nakal, yang pasti main tangan itu nggak boleh dan nggak zaman lagi pakai siksa begitu. Kalau nggak, yah panggil orang tuanya kan ada konsulingnya di sekolah,” ucap Iman. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved