Polisi Tembak Polisi

Polisi Tembak Polisi, Kompolnas: Irsus akan Periksa Semua Polisi Langgar Etik Kasus Brigadir J

Itsus Mabes Polri tengah memeriksa empat perwira menengah (pamen), tak tertutup kemungkinan memeriksa pejabat yang lebih tinggi.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
ISTIMEWA
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menangis di pelukan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Peristiwa ini mendapat sorotan banyak pihak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti mengatakan, Inspektorat Khusus (Irsus) pasti menelusuri siapa saja yang terlibat dalam kasus polisi tembak polisi.

Seperti diberitakan Wartakotalive.com sebelumnya, Brigadir Yosua Hutabarat tewas ditembak di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo.  Bharada E dan Brigadir RR telah ditetapkan sebagai tersangka penembakan Brigadir J.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan,  Irjen Ferdy Sambo juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana atau Pasal 340 KUHP, sebagaimana diberitakan Wartakotalive.com

Menurut Kapolri, sejumlah perwira polisi juga telah dinonaktifkan karena diduga melakukan pelanggaran etik profesi Polri.    

"Ini kewenangan Irsus ya, Mas. Irsus pasti akan memeriksa dan melakukan penelusuran secara menyeluruh siapa saja yang diduga terlibat," tegas Poengky, Kamis (18/8/2022).

Sebelumnya, Sejumlah anggota Polda Metro Jaya diduga melanggar etik karena tak profesional menangani kematian Brigadir Yosua Hutabarat di rumah Irjen Ferdy Sambo Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Beberapa waktu lalu, empat perwira menengah Polda Metro Jaya sudah diminta keterangan tim khusus Bareskrim Polri.

Baca juga: LPSK Sempat Didesak Segera Lindungi Putri Candrawathi pada Pertemuan di Polda Metro Jaya

Pengamat Kepolisian, Bambang Rukminto. meminta kepada tim khusus untuk memeriksa Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.

Sesuai dengan peraturan Kapolri nomor 2 tahun 2022 tentang pengawasan melekat di lingkungan Polri yang baru ditanda tangani Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada 16 Maret 2022 lalu.

"Di dalam Pekrap itu menyebutkan Pasal 7 Ayat (1) bahwa bila atasan menemukan kesalahan atau pelanggaran, wajib ditindaklanjuti yaitu pembinaan dan penyelesaian disiplin atau kode etik sesuai ketentuan yang berlaku," kata Bambang.

Ferdy Sambo ungkapkan kemarahannya hingga bunuh Brigadir J yang sudah membuat martabat keluarga tercoreng.
Ferdy Sambo ungkapkan kemarahannya hingga bunuh Brigadir J yang sudah membuat martabat keluarga tercoreng. (Kolase foto/TribunJakarta)

Bambang melanjutkan, Pasal 7 ayat (2) menyebutkan, dugaan tindak pidana harus diserahkan kepada fungsinya yaitu Reserse Kriminal.

Terakhir kata Bambang, masih dalam Perkap yang sama di Pasal 9 sudah jelas mengatur sanksi yang diberikan.

"Isi Pasal 9 mengatur bahwa atasan yang tidak melaksanakan kewajiban, diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," jelasnya.

Disclaimer: Berita ini telah dikoreksi dan diubah judul dari sebelumnya "Itsus Mabes Polri Goyang Polda Metro Jaya, Periksa Empat Pamen, Kapolda Tunggu Giliran."

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved