HUT RI

Anggoro Kebanjiran Order Bikin Bendera Merah Putih, Omset Tembus Puluhan Juta Selama HUT ke-77 RI

Penjualan Bendera Merah Putih meningkat drastis pada perayaan HUT ke-77 RI, setelah pandemi virus corona mereda.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
warta kota/miftahulmunir
Anggoro Abdul Haris, produsen Bendera Merah Putih, di kawasan PIK Cakung, Jakarta Timur, sibuk memproduksi bendera saat perayaan HUT ke-77 RI. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bulan Agustus dianggap membawa keberkahan bagi Anggoro Abdul Haris di kawasan PIK Cakung, Jakarta Timur, karena tempat produksi bendera miliknya kebanjiran orderan.

Menurut Anggoro, dirinya menjual produk identitas seperti logo negara, bendera negara, logo perusahaan ataupun ciri suatu instansi.

Bahkan, pria 43 tahun itu pernah membuatkan Bendera Merah Putih untuk dipasang dalam kegiatan Sea Games di Indonesia.

Ia juga mengakui, sejak awal bulan lalu sudah banyak orderan yang masuk untuk membuat Bendera Merah Putih.

Tentunya bahan pembuatan di tempat Anggoro berbeda dengan bendera yang dijual di pinggir jalan.

Ia biasanya membuat dengan bahan katun atau polister satin sesuai permintaan dari pelanggannya.

"Pasti banyak, karena saya kan kios bendera itu event nya ketika 17 Agustus, tapi hari biasa sih juga ada produk identitas, bendera kenegaraan kayak Sea Games terus beberapa perusahaan bendera genggam dan bendera suporter bola," katanya, Kamis (18/8/2022).

Baca juga: Setiap Agustus, Petani Cirebon Ini Beralih Jadi Pedagang Bendera di Tangsel, Omzetnya Menggiurkan

Jika hari biasa ia hanya mendapat orderan 100 bendera, di bulan Agustus ini permintaan pembuatan bendera naik dua sampai tiga kali lipat.

Sejak awal bulan, sehari ia bisa mengerjakan 200 bendera, tapi di hari Sabtu dan Minggu bisa 400 sampai 400 yang dikerjakan.

"Kalau setiap hari saya enggak terlalu banyak saya membatasi karena saya konsepnya membedakan dengan penjual bendera seperti di pinggiran jalan, kalau saya membuatnya yang profesional lebih bagus, kualitas dan kita bisa konsultasi," jelasnya.

Pedagang bendera musiman menjamur di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan.
Pedagang bendera musiman menjamur di Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan. (Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang)

"Karena kan saya ada instalasi kayak kemarin ada gathering perusahaan mau pasang ornamen bendera seperti itu ada bendera busting. Jadi untuk bendera di 17 Agustus ini lumayan ramai sih," sambungnya.

Menurutnya, omset sekali pembuatan bendera dengan kualitas bagus bisa mencapai Rp 30 juta-Rp 50 juta tergantung banyaknya jumlah yang dipesan.

Karena lelaki 43 tahun itu tidak hanya menjual bendera saja tapi ada beberapa produk lainnya yang ikut dikerjakan.

Kemudian, ia juga menjual konsep bendera yang dipasang di balkon rumah, tembok ataupun pagar.

"Jadi itu konsepnya itu bisa beberapa derajat ya vertikal, horizontal pokoknya sampai 45 derajat itu sih utamanya," tegasnya.

Namun, ia berharap pandemi Covid-19 tidak kembali naik karena selama dua tahun terakhir ia mengalami jatuh bangun mempertahankan usahanya.

Ia tak ingin pendapatan yang sudah berjalan normal ini harus merosot kembali karena tingginya angka penyebaran Covid-19.

"Demi saya bisa bertahan, saya cari vendor atau kerjasama dengan garmen, yang penting usaha tetap jalan," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved