Aliran Dana ACT

Polisi Menyerahkan Berkas Perkara ACT ke Kejaksaan, Empat Orang Jadi Tersangka Penyelewengan Dana

Berkas perkara kasus dugaan penyelewengan dana oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Tinggi pada Selasa (16/8/2022).

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Sigit Nugroho
Istimewa
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Berkas perkara kasus dugaan penyelewengan dana oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Tinggi pada Selasa (16/8/2022).

Kasus ini ditangani oleh Bareskrim Polri dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sedang meneliti apakah sudah lengkap atau belum.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa kasus ini ditangani oleh Subdit IV/MUSP Dittipideksus Bareskrim Polri.

"Kemarin, kami melaksanakan Tahap I pengiriman berkas perkara Yayasan ACT," kata Ramadhan, Rabu (17/8/2022).

Baca juga: Bertambah Lagi, Dana Bantuan Boeing yang Diselewengkan Tersangka Kasus ACT Tembus Rp107,3 Miliar

Baca juga: Dana Korban Lion Air yang Diselewengkan Tersangka ACT Bertambah Dua Kali Lipat Jadi Rp68 Miliar

Baca juga: Ketua Koperasi Syariah 212 Akui Terima Dana Donasi yang Diselewengkan ACT

Berkas perkara itu bernomor BP/88/VIII/RES.1.24./2022/Dittipideksus, tanggal 15 Agustus 2022 dengan tersangka A, IK, HH dan NIA.

Menurut Ramadhan, penyidik masih menunggu jawaban dari Kejaksaan terkait berkas perkara tersebut.

Jika sudah dinyatakan P21, maka pihaknya akan mempersiapkan tahap dua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti.

BERITA VIDEO: Sempat Diintimidasi dengan UU ITE, Pegawai Alfamart Jadikan Kasus Cerminan Kemerdekaan

Namun apabila masih P19 atau dikembalikan, maka pihaknya akan kembali melengkapi kekurangan berkas.

Sebagai informasi, empat orang ditetapkan tersangka karena diduga membelokan dana ACT demi keuntungan pribadi.

Penetapan tersangka oleh penyidik Bareskrim Polri setelah melakukan gelar perkara beberapa waktu lalu.

Adapun empat tersangka kasus ACT adalah bernama pendirinya Ahyudin, Presiden ACT Ibnu Khajar, Hariyana Hermain sebagai Senior Vice President Operational Global Islamic Philantrophy dan Novariadi Imam Akbari bertugas sekretaris ACT periode 2009-2019.

Saat ini, Novriandi Imam sudah naik jabatan menjadi Ketua Dewan Pembina ACT.

Namun demikian, empat orang ini belum dilakukan penahanan dengan berbagai pertimbangan dan kewenangan penyidik.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved