HUT RI

Di HUT ke-77 RI Megawati Soekarnoputri Kisahkan Masa-masa Sulit Pascareformasi

Pada HUT ke-77 RI, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menceritakan massa-massa pahit Indonesia pascareformasi.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Sekretariat negara
Megawati Soekarnoputri HUT ke-77 RI ceritakan masa sulit Pascareformasi 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pada HUT ke-77 RI, Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menceritakan masa-masa pahit Indonesia pascareformasi.

Cerita massa-massa pahit Indonesia pascareformasi disampaikan Megawati Soekarnoputri di Youtube Sekretariat Negara dalam rangka peringatan HUT ke-77 RI Rabu (17/8/2022).

Megawati mengatakan, di awal tahun 2000an sedari ia menjadi Wakil Presiden hingga Presiden, Indonesia tengah alami krisis yang cukup hebat.

Sehingga, untuk atasi persoalan tersebut, ia bersama Presiden terdahulu mengambil kebijakan BLBI.

“Sehingga di dalam persoalan itu, kita ingat ada BLBI yang pada waktu sejak Wapres ke Presiden termasuk harus saya tangani serius,” ucapnya.

Untungnya kata Megawati, krisis ekonomi tersebut bisa dilalui bangsa Indonesia dengan sangat baik.

Menurut Megawati, lolosnya Indonesia dalam krisis ekonomi di awal tahun 2000an tidak lepas dari peran rakyat Indonesia.

Baca juga: Megawati Ingin Ibu-ibu Indonesia Punya Anak Bertinggi Badan 180 Sentimeter Seperti Tentara Amerika

Indonesia bisa dengan tepat waktu melunasi hutang-hutang IMF.

Kata Megawati, kekuataan gotong royong itu ialah kekuatan Indonesia yang harus dipelihara dari waktu ke waktu.

“Karena kalau tanpa semangat ini kita akan menjadi sebuah bangsa yang tentunya tidak lagi sekuat seperti apa yang terjadi,” ucap Megawati.

Megawati juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil pemberian.

Namun, hasil perjuangan pendahulu dengan bermodalkan semangat juang yang tinggi.

17 Agustus 1945 juga bukan puncak kemerdekaan Indonesia.

Kemerdekaan yang sesungguhnya kata Megawati harus terus dirawat oleh generasi selanjutnya.

“Dan cara peliharanya tidak bisa kalau tidak diceritakan, jadi sebagai cerita yang terus menerus diwariskan dari satu generasi ke lain,” ucapnya dengan nada bergetar.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved