Polisi Tembak Polisi

PN Jaksel Belum Terima Gugatan Deolipa dan Boerhanuddin Soal Pencabutan Kuasa oleh Bharada Eliezer

Haruno mengaku sudah mengecek ke bagian pendaftaran PN Jaksel. Namun, belum ada gugatan atas nama Deolipa dan Boerhanudin tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Naufal Lanten
Deolipa Yumara saat konferensi pers terkait pencabutan surat kuasanya oleh Bharada Eliezer di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) belum menerima gugatan Deolipa Yumara dan M Boerhanuddin, bekas pengacara, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

"Sampai saat ini di SIPP PN Jaksel belum ada register gugatan atas nama Deolipa Yumara, sehingga belum ada gugatan atas nama yang bersangkutan," kata Humas PN Jaksel Haruno saat dihubungi, Selasa (16/8/2022).

Haruno mengaku sudah mengecek ke bagian pendaftaran PN Jaksel. Namun, belum ada gugatan atas nama Deolipa dan Boerhanudin tersebut.

"Saya sudah bertemu bagian pendaftaran yang menyatakan belum ada pendaftaran perkara atas nama yang dimaksud," ucapnya.

Gugat Rp15 Miliar

Deolipa Yumara, bekas kuasa hukum Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, menggugat mantan kliennya itu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (15/8/2022).

Awalnya, Deolipa mengatakan pencabutan kuasa terhadap dirinya dan Boerhanuddin sebagai kuasa hukum Bharada Eliezer, batal demi hukum.

"Pertama, menyatakan surat kuasa tertanggal 10 Agustus 2022 atas nama Richard Eliezer sebagai tergugat pertama, pencabutan kuasa tersebut terhadap kami adalah batal demi hukum," kata Deolipa di PN Jaksel, Senin.

Baca juga: Kabareskrim: Yang Tahu Pasti Peristiwa di Magelang Hanya Allah SWT, Almarhum, dan Putri

Selain itu, Deolipa menyebut adanya iktikad jahat dan melawan hukum yang dilakukan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Bharada Eliezer, dalam pembuatan surat pencabutan kuasa.

"Menyatakan perbuatan tergugat 1 (Bharada Eliezer) dan tergugat 3 yaitu Kabareskrim Polri, dalam membuat surat pencabutan kuasa tanggal 10 Agustus 2022 atas nama Richard Eliezer selaku tergugat 1, dilakukan dengan iktikad jahat dan melawan hukum," tuturnya.

Deolipa menuntut ketiga pihak tergugat untuk membayar uang sebesar Rp15 miliar.

Baca juga: PDS Pembaharuan, Partai Rakyat, dan Partai Mahasiswa Tak Daftar ke KPU Meski Punya Akun Sipol

Uang tersebut guna membayar jasa Deolipa dan Boerhanuddin saat membela Bharada Eliezer.

"Menghukum tergugat 1, tergugat 2, dan tergugat 3 secara tanggung renteng untuk membayar biaya fee pengacara kepada para penggugat sebesar Rp15 miliar," jelasnya.

Gugat Bharada Eliezer, Ronny Talapessy, dan Kabareskrim

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved