Berita Nasional

Gandeng Roemah Indonesia BV, Erick Thohir Gelar Pasar Kopi Nusantara di Eropa

Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebesar 250%.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Konferensi pers memberi penjelasan soal Pasar Kopi pada 1-7 September 2022 di Posthoornkerk, Amsterdam dengan tema “Indonesian Coffee Market; Coffee Revolution 

Tujuan dari PMO Kopi Nusantara ini adalah memperbaiki ekosistem bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

“Kenapa BUMN terketuk, karena 96 % dari industri kopi adalah perkebunan rakyat. Tujuan akhir kita adalah kesejahteraan para petani,” ungkap Erick Thohir pada saat peluncuran inisiatif tersebut.

Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara, yang ditunjuk oleh Menteri BUMN sebagai Ketua PMO Kopi Nusantara, menambahkan bahwa pihaknya akan berpartisipasi aktif pada Pasar Kopi yang akan diselenggarakan di Amsterdam.

“Pasar Kopi di Amsterdam ini memang sejalan dengan misi PMO Kopi Nusantara yaitu memperbaiki ekosistem supply chain industri kopi dalam negeri. Kami akan membawa kopi-kopi terbaik Indonesia dari lokasi pilot project kami, diantaranya adalah Kopi Ijen dari Jawa Timur yang memiliki nilai historis dan indikasi geografis yang akan menarik perhatian konsumen global,” pungkasnya.

Di antara berbagai kisah kopi dan para pelakunya yang akan ditampilkan pada Pasar Kopi di Amsterdam adalah penanaman di desa-desa di batas hutan Sulawesi, pemanfaatan lahan-lahan tidur Sumatera, reforestasi lahan kritis di Jawa Barat, dan kebun-kebun masyarakat adat Waerebo di Flores.

Ekosistem kopi Indonesia meliputi antara lain dataran tinggi yang menumbuhkan kopi arabika, kebun kopi rakyat di dataran rendah yang menghasilkan robusta, maupun lahan gambut tempat kopi jenis liberika dapat tumbuh dengan baik.

Selain Roemah Indonesia dan PMO Kopi Nusantara, penyelenggaraan Pasar Kopi Indonesia didukung oleh BUMN, pegiat lingkungan, hingga pelaku bisnis, diantaranya adalah BRI, PT Telkom Indonesia, PT Pertamina (Persero), Bank Mandiri, BNI, PT Perkebunan Nusantara, ID Food, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dan bekerja sama dengan Specialty Coffee Association of Indonesia, Sustainable Coffee Platform (SCOPI), InterAromat Connecting Market, Nusa Indonesia Gastronomy, Koperasi Klasik Beans, Dua Coffee, Kopi Tuku, Adena Coffee, Beragam and Historia.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved