Tewaskan Satu Pemuda, 5 Pelaku Aksi Tawuran Berdarah di Kota Bekasi Ditetapkan Tersangka

Polres Metro Bekasi Kota menetapkan lima pemuda yang diamankan sebagai tersangka tawuran di depan Pasar Pagi Bintara yang menewaskan seorang korban.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Polres Metro Bekasi Kota menetap status tersangka terhadap lima orang pemuda terkait peristiwa tawuran di depan Pasar Pagi Bintara, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (14/8/2022) yang menewaskan satu orang korban. 

TRIBUNBEKASI.COM, MEDANSATRIA - Polres Metro Bekasi Kota menetapkan lima pemuda yang telah diamankan sebagai tersangka tawuran di depan Pasar Pagi Bintara, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (14/8/2022) kemarin.

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Rama Samtama Putra mengatakan penetapan tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara maraton terkait peran para pemuda tersebut.

Apalagi dalam peristiwa ini satu orang pemuda NA (17) tewas. Dari hasil pemeriksaan itu lah tersangka atas nama AB, MD, DAS terbukti melakukan pengeroyokan terhadap NA (17) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca juga: Kronologis Aksi Tawuran yang Tewaskan Seorang Pemuda di Kota Bekasi

"Sehingga tiga tersangka AB (17), MD (19), DAS (19) masing-masing beralamat di Kelurahan Bintara. Tiga orang disangkakan 170 KUHP dengan ancaman masing-masing 9 tahun penjara," kata Rama, Senin (15/8/2022).

Polisi juga menemukan fakta dimana aksi tawuran ini berawal dari NS (20) yang diduga kuat mengajak teman-temannya melakukan aksi tawuran melawan satu kelompok sehingga mengakibatkan terjadinya aksi tawuran.

"Sehingga dalam hal ini yang bersangkutan secara fisik menggerakkan secara bersama-sama dan terancam Pasal 160 KUHP dengan unsur barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan dihukum 6 tahun," katanya.

Baca juga: Terlibat Tawuran yang Tewaskan Satu Pemuda di Bekasi, 15 Orang Ditangkap Polisi

Sementara itu, tersangka lainnya berinisial A saat dilakukan penangkapan kedapatan membawa senjata tajam.

Atas hal ini yang bersangkutan terancam pasal undang-undang darurat terkait pemilikan senjata tajam. Sedangkan untuk 10 pemuda yang diamankan masih berstatus saksi.

"Dengan inisial tersangka A alamat Jalan Bintara, barbuk sajam menyerupai celurit dengan plat besi diancam 10 tahun. Terhadap yang lain, masih status saksi," ujarnya. (JOS).

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved