Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur, Jakarta Dimintai Perbaiki SDM saat Jadi Kota Bisnis dan Jasa

Jakarta yang akan menjadi kota bisnis dan jasa diminta perbaiki kualitas SDM pascakepindahan ibu kota ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Jakarta pasca Ibu Kota Negara (IKN) sekaligus anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad saat ditemui di Ruang Rapat Serbaguna lantai III, Gedung DRPD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/8/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Anggota Panitia Khusus (Pansus) Jakarta pasca Ibu Kota Nusantara (IKN) yang juga anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad menyampaikan keinginan Jakarta jadi kota bisnis dan jasa.

Hal tersebut berkaitan dengan rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia dari DKI Jakarta ke IKN yang berada di kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Salah satu hal yang penting dari perpindahan Ibu Kota adalah DKI Jakarta harus mengatur kembali kekhususannya," ujar Idris, Senin (15/8/2022).

Saat ditemui usai rapat membahas Jakarta pasca Ibu Kota Negara di Ruang Rapat Serbaguna lantai III, Gedung DRPD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Idris mengingatkan sesuatu.

Menurut Idris, apabila DKI Jakarta berkembang jadi kota bisnis dan jasa, jangan sampai terjadi kesenjangan untuk poin jasa atau Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca juga: Berencana Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036, Pemerintah Berencana Membangun Training Center di IKN

Karena menurutnya, banyak kasus bahwa perkembangan bisnis dan jasa itu pada akhirnya akan menimbulkan kesenjangan. "Nah ini yang harus dipersiapkan dari sekarang," ujar Idris dengan tegas.

Idris mengaku sejauh ini kualitas SDM adalah hal yang dikhawatirkan. Pasalnya jangan sampai SDM atau angkatan kerja di DKI Jakarta tidak siap untuk sifat kompetitif karena kota bisnis dan jasa tadi.

Permasalahan yang harus diselesaikan oleh DKI Jakarta supaya memang dapat dikatakan kota bisnis dan jasa adalah terkait angka pengangguran dan putus sekolah.

"Hingga saat ini masih tinggi lho angka pengangguran dan putus sekolah. Sehingga nanti apabila sudah benar-benar jadi kota dan jasa, sudah enggak boleh ada angka pengangguran dan putus sekolah," ujar Idris.

Baca juga: Jokowi Bakal Bangun Pusat Pelatihan Sepak Bola di IKN, Juga Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2036

Idris sendiri mengatakan bahwa pansus tercipta karena adanya komunikasi yang selama ini belum berjalan secara optimal.

"Makanya tadi kami satu rekomendasi dari rapat ini, harus segera menyerahkan kajian yang terkini," ujar Idris Ahmad.

Diketahui, anggota Pansus Jakarta pasca IKN mengadakan rapat kerja membahas keberlangsungan Jakarta setelah IKN dipindahkan ke kawasan Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Idris menjelaskan saat rapat tadi hanya menceritakan prosesnya saja dan menurutnya belum terlalu ada isi atau inti yang akan dibahas.

Baca juga: 10 Tahun Gerakan Diaspora Indonesia Global, Kompas Gramedia Mendukung Peningkatan Literasi di IKN  

"Makanya tadi kami minta secara tegas agar apa yang sudah dikaji, diperbaiki lagi sesuai dengan pembahasan bersama," ujar Idris.

Padahal menurutnya, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap tata kelola pemerintahan dan masyarakat di DKI Jakarta.

Idris menegaskan bahwa komunikasi yang belum optimal adalah antara pemerintah daerah dengan eksekutif dan legislatif.

"Maka dari itu, kami ambil langkah inisiatif untuk bikin Pansus. Agar komunikasi berjalan efektif dan kami juga bisa menyuarakan permasalahan masyarakat, serta menyampaikan kembali ke masyarakat," ujar Idris.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved