Berita Nasional

Kondisi Global Makin Tak Menentu, Syarikat Islam: Kita Akan Hadapi Situasi Ekonomi yang Makin Sulit

Syarikat Islam berencana akan menyelenggarakan 'pengajian akbar' dilapangan Monas dalam waktu dekat ini

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Ketua Umum PP Syarikat Islam Dr Hamdan Zoelva dalam diskusi yang digelar di markas Syarikat Islam di kawasan Menteng, Jakarta Pusat 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pimpinan Pusat Syarikat Islam (PP SI) menyelenggarakan sarasehan kebangsaan jilid 2 dalam peringatan kemerdekaan demgan tema 'Menuju Kemerdekaan Sejati, Kedaulatan Ekonomi & Keadilan Sosial yang di gelar di markas PP SI di kawasan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta, Minggu (14/8/2022).

Tampak hadir sebagai pembicara utama antara lain La Nyala Matalitti Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ketua Umum Syarikat Islam Dr. Hamdan Zoelva, pakar tata negara Prof. Refly Harun, pengamat politik Rocky Gerung dan ekonom universitas Indonesia Dr. Faisal basri. Hadir ratusan peserta dari berbagai perwakilan ormas Islam dan umum yang memenuhi tempat acara.

La Nyala Matalitti dalam kesempatan ini, menyampaikan hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi yakni dengan mengajak rakyat Indonesia untuk ber gotong royong sekaligus meminta Pemerintah untuk kembali kepada cita-cita bangsa yang tercantum dalam konstitusi tentang keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Syarikat Islam Setuju Presiden Tidak Boleh Dihina Tapi Bisa Dikritik

"Pilhan kita berbangsa tinggal dua yaitu tunduk pada oligarki yang kuasai sumber daya ekonomi atau tegakkan kedaulatan rakyat sesuai amanat konstitusi", tegas La Nyala di Jakarta, Minggu (14/8/2022).

Sementara di kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Syarikat Islam Dr Hamdan Zoelva menyampaikan, amanat pendiri Syarikat Islam HOS Cokroaminoto dan tokoh-tokoh bangsa tentang arti kemerdekaan sejati bangsa Indonesia.

"Kemerdekaan sejati yang landasan utama hasil pikiran para pendiri republik ini adalah hadirnya kedaulatan politik serta berdikari di bidang ekonomi untuk mencapai tujuan bernegara yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa", tegasnya.

Pemerintah RI saat ini harus fokus mencapai tujuan ini di sisa masa pemerintahannya dengan menghadir kan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Demikian Hamdan yang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Baca juga: Syarikat Islam Minta Jokowi Berikan Grasi ke Habib Rizieq, Munarman dan Aktivis Islam Lainnya

Hal senada di sampaikan Ferry Juliantono, Sekretaris Jenderal PP Syarikat Islam.

Ferry mengatakan, di tengah situasi global yang tak menentu paska Covid 19, perang Rusia vs Ukraina serta potensi perang China vs Taiwan maka pemerintah Indonesia harus mengantisiapasi dengan sigap dan jangan sampai gagap melihat potensi guncangan ekonomi akibat ledakan perang di dunia.

"Kita akan hadapi situasi ekonomi yang makin sulit. Situasi politik di panggung global dengan perang Rusia Ukraina, potensi perang China Taiwan ini benar-benar di antisipasi. "

Baca juga: Penghinaan Nabi Muhammad oleh Politisi India, Syarikat Islam Desak Pemerintah Indonesia Ambil Sikap

"Saat ini rakyat sedang susah akibat inflasi, kenaikan harga barang, kenaikan dan kelangkaan bahan bakar minyak, kenaikan tarif dasar listrik, kelangkaan pupuk membuat rakyat benar-benar sulit yang jika salah kelola maka akan timbul ketidakstabilan politik dan ekonomi seperti berbagai negara di dunia," tegas Ferry.

Selain itu kata Ferry, Syarikat Islam berencana akan menyelenggarakan 'pengajian akbar' di lapangan Monas dalam waktu dekat ini untuk merespon berbagai isu yang di hadapi Indonesia untuk mengingatkan pemerintah agar lebih sigap menghadapi tantangan global ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memprediksi kondisi ekonomi dunia pada 2023 akan lebih sulit daripada tahun ini.

Prediksi tersebut berdasarkan pertemuan dengan para pemimpin dunia, seperti Sekjen PBB Antonio Guterres, para kepala lembaga internasional, dan negara G7.

"Beliau-beliau menyampaikan, Presiden Jokowi, tahun ini kita akan sangat sulit, terus kemudian tahun depan seperti apa? Tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati, bukan Indonesia, yang saya bicarakan tadi dunia," ujar Jokowi, Jumat (5/8/2022).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved