Polisi Tembak Polisi

Tersangka Pembunuh Brigadir Yosua Berinisial KM Adalah Kuwat Maruf, Sopir Istri Ferdy Sambo

Satu dari empat tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat berinisial KM.

Penulis: Yaspen Martinus | Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive/Alfian Firmansyah
Kuwat Maruf (berkemeja abu-abu dan bertubuh gemuk), sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo, saat datang ke Kantor Komnas HAM untuk diperiksa terkait kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Senin (1/8/2022) 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Satu dari empat tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat berinisial KM.

KM ternyata adalah Kuwat Maruf, sopir Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Kuwat juga pernah memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komnas HAM pada Senin (1/8/2022) lalu, bersama tiga asisten rumah tangga keluarga Irjen Ferdy Sambo, dan satu ajudan bernama Brigadir Deden.

Ini Empat Tersangka Pembunuh Brigadir Yosua dan Perannya

Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan empat tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

"Selama proses penyidikan yang dilakukan, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka," ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022) malam.

Tersangka pertama adalah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu.

Tersangka kedua Bripka Ricky Rizal. Tersangka ketiga KM, dan tersangka keempat adalah Irjen Ferdy Sambo.

Agus menjelaskan, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu berperan menembak Brigadir Yosua.

"Bripka RR turut membantu dan menyaksikan penembakan korban."

Baca juga: Peringatan Ketiga Jokowi Agar Polri Usut Tuntas Kasus Brigadir Yosua: Ungkap Kebenaran Apa Adanya

"KM turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap korban."

"FS, menyuruh melakukan, dan menskenario peristiwa, seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga," beber Agus.

Keempat tersangka tersebut dijerat pasal 340 subsider pasal 338 Jo pasal 55 dan pasa 56 KUHP, dengan ancaman maksimal hukman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun. (Igman Ibrahim)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved