Polisi Tembak Polisi

Terkait Motif Pembunuhan Brigadir J, Pakar: Relasi Suami Istri Seolah Baseline Peristiwa Penembakan

Menurut Reza yang cukup unik disimak dalam kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo adalah pernyataan istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi

Istimewa
irjen Ferdy sambo dan istrinya. Menurut Reza yang cukup unik disimak dalam kasus ini adalah pernyataan istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi di Mako Brimob beberapa waktu lalu, seolah itu baseline atas peristiwa pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menanggapi soal motif pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J oleh Irjen Ferdy Sambo, yang belum diungkap polisi, Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel memberikan pendapatnya.

Menurut Reza, dalam perkara pidana, sebetulnya motif tak terlalu penting.

"Sepanjang perilakunya terbukti sesuai konstruksi pasal, maka jalan pidananya. Motif baru berguna ketika hakim mempertimbangkan hal yang meringankan dan memberatkan. Tapi itu pun tak wajib untuk dilakukan," kata Reza kepada Wartakotalive.com, Rabu (10/8/2022).

"Jadi, motif bukan penentu berlanjut atau terhentinya proses pidana. Sepanjang terbukti perannya dalam pembunuhan dan--jika ada--pascapembunuhan Brigadir J, maka sudah cukup untuk dipidana. Terbukti sesuai konstruksi Pasal 338 atau Pasal 340," paparnya.

Reza menjelaskan pelaku juga tidak harus melakukan pembunuhan secara langsung untuk dijerat hukuman mati.

"Tak perlu menembak langsung. Mengotaki pembunuhan berencana pun sudah bisa dikenai hukuman mati. Apalagi ketika mengotakinya dilakukan dengan menyalahgunakan kedudukan guna mengeksploitasi inferioritas bawahan untuk kepentingan jahat," ujar Reza.

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Akhirnya Ditahan di Rutan Mako Brimob Usai Jadi Tersangka Pembunuh Brigadir Yosua

Menurut Reza yang cukup unik disimak dalam kasus ini adalah pernyataan istri Irjen Ferdy Sambo Putri Candrawathi di Mako Brimob beberapa waktu lalu.

"Namun unik kalau kita simak perkataan PC saat muncul di hadapan media di depan Mako Brimob. Setelah memperkenalkan diri, kalimat berikutnya dari PC justru tentang relasi suami istri. Seolah itu baseline atas semua kejadian ini. Atau, setidaknya, itulah baseline pemikirannya saat membingkai situasi yang tengah berlangsung," kata Reza.

Sensitif

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan kasus pembunuhan dengan penembakan yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diduga bermotif sensitif, karena hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved