Panggil Disdik DKI Jakarta Terkait Pemaksaan Jilbab Siswi, Bukti PDI-P Tidak Anti Keyakinan Tertentu

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menyatakan pemanggilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta bukti pihaknya tidak anti terhadap keyakinan tertentu.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo (jaket hitam) menyatakan pemanggilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta bukti pihaknya tidak anti terhadap keyakinan tertentu. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menyatakan, klarifikasi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana sangat penting untuk meluruskan adanya dugaan pemaksaan menggunakan jilbab di SMPN 46 Jakarta Selatan.

Partai pemenang di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat dengan 25 kursi ini menyebut, pemanggilan Nahdiana bukan berarti PDI Perjuangan anti terhadap keyakinan tertentu.

“Fraksi PDI Perjuangan menyatakan, kami tidak anti terhadap praktik-praktik penyelenggaraan yang memang memiliki keyakinan-keyakinan, tetapi kami juga berkomitmen terhadap keberagaman persatuan dan kesatuan,” kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo pada Rabu (10/8/2022).

Baca juga: Polemik Pemaksaan Siswi Pakai Jilbab di Sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Dituntut Tiga Jaminan

Kata dia, PDI Perjuangan menganggap bahwa DKI Jakarta adalah halaman Indonesia karena masih menyandang sebagai Ibu Kota Negara.

Karena itu, apabila masih terjadi praktik diskriminasi dalam kegiatan di sekolah tentu menjadi suatu hal yang sangat disayangkan.

“Kalau di DKI Jakarta masih dianggap terjadi praktik-praktik yang demikian, tentu ini menjadi preseden yang tidak baik untuk daerah-daerah lainnya. Apalagi kita ini telah dibaluti sebagai NKRI,” ujar Rio.

Baca juga: PKS Minta Kasus Dugaan Pemaksaan Jilbab Siswi di DKI Jakarta Diusut Tuntas, Pelaku Diseret ke Polisi

Menurutnya, fenomena intoleransi di sekolah harus dilawan, sehingga setiap warga negara bisa terbebas dari aksi diskriminasi dalam bentuk apapun.

Apalagi ia juga mengklaim PDI Perjuangan adalah rumah untuk semua agama dan juga penganut kepercayaan.

“Kami ingin setiap warga negara mendapatkan perlindungan dari negara terhadap kepercayaannya,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved