Polisi Tembak Polisi

Mahfud MD Minta Polisi Beri Keterangan Salah di Kasus Brigadir Yosua Diperiksa, Ini Kata Kadiv Humas

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Ahmad Ramadhan hanya menyampaikan fakta yang bersumber dari penyidik.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Kasus kematian Brigadir Yosua pertama kali diumumkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, diikuti Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif Kombes Budhi Herdi Susianto. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menkopolhukam Mahfud MD meminta Inspektorat Khusus (Irsus) memeriksa anggota Polri yang memberikan keterangan salah kepada publik, di awal kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Kasus kematian Brigadir Yosua pertama kali diumumkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, diikuti Kapolres Metro Jakarta Selatan nonaktif Kombes Budhi Herdi Susianto.

Keduanya kompak menyatakan kematian Brigadir Yosua di rumah Irjen Ferdy Sambo karena baku tembak. Belakangan terungkap, tidak ada baku tembak di insiden tersebut.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, Ahmad Ramadhan hanya menyampaikan fakta yang bersumber dari penyidik, yang saat itu mengaku datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Enggak, kalau Karo kan sampaikan fakta dari sumber yang datang ke TKP, yaitu Karo Prov dan Kapolres," kata Dedi saat dikonfirmasi, Rabu (10/8/2022).

Dengan begitu, Dedi menegaskan, sumber utama terkait insiden baku tembak bukan dari Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan.

Baca juga: INI Empat Tersangka Pembunuh Brigadir Yosua dan Perannya, Ferdy Sambo Menyuruh Menembak

Ahmad Ramadhan, kata Dedi, hanya menyampaikan informasi dari sumber yang menyatakan informasi tersebut hasil olah TKP Polres Jakarta Selatan, dan keterangan para saksi yang telah diperiksa penyidik.

"Jadi kalau diproses sumbernya bukan Karo. Jadi dia mendapatkan informasi dari olah TKP penyidik Polres Jakarta Selatan, dan pemeriksaan saksi oleh penyidik," terangnya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD meminta agar pihak yang memberikan keterangan salah ke publik di awal kasus kematian Brigadir Yosua, diperiksa, atas dugaan pelanggaran etik maupun pidana.

Baca juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 RI 9 Agustus 2022: Dosis I: 202.813.315, II: 170.356.449, III: 57.745.319

"Itu pelanggaran etik tadi, tidak profesional, pelanggaran etik dan diperiksa oleh Irsus."

"Itu tidak boleh memberikan keterangan yang belum jelas."

"'Terjadi tembak-menembak sehingga yang satu meninggal', itu alat buktinya tidak ditunjukkan," beber Mahfud kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: KIB Utamakan Kader Internal di Pilpres 2024, tapi Tak Tutup Pintu untuk Tokoh Eksternal

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemarin memastikan, tidak ada tembak-menembak dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

"Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan awal."

"Timsus menemukan peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap Saudara J, yang menyebabkan J meninggal dunia," ungkapnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved