Diskriminasi Siswa

Dinas Pendidikan DKI Lindungi Siswa yang Alami Dugaan Diskriminasi Tidak Pakai Jilbab

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengungkapkan, pihaknya meindungi Siswa yang Alami Dugaan Diskriminasi Tidak Pakai Jilbab

Istimewa
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengungkapkan, pihaknya berusaha melindungi pelajar yang dipaksa menggunakan hijab atau jilbab 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Seorang pelajar di SMP Negeri 46 Jakarta Selatan dikucilkan gurunya karena tidak memakai kerudung atau jilbab.

Kemudian, pelajar SMP Negeri 75 Jakarta dipaksa menggunakan hijab bahkan mendapat sindiran dari guru sekolahnya. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengungkapkan, pihaknya berusaha melindungi pelajar tersebut. 

Satu diantara wujud nyatanya yaitu memastikan siswa tersebut tetap merasa nyaman belajar di sekolah. 

"Di SMP 46 Jakarta Selatan, yang harus dipastikan yaitu siswanya tetap bersekolah. Jangan sampai siswanya traumatik dan tidak mau sekolah," kata Nahdiana di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat pada Rabu (10/8/2022). 

Pihaknya meminta Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan untuk mendampingi pelajar yang diduga alami diskriminasi buntut tidak pakai jilbab. 

Baca juga: Polemik Pemaksaan Siswi Pakai Jilbab di Sekolah, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Dituntut Tiga Jaminan

Untuk mengantisipasi adanya dugaan diskriminasi penggunaan jilbab lagi, pihaknya berkolaborasi dengan Kesbangpol untuk mendeteksi bibit radikalisme di sekolah. 

Bahkan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga memberikan wawasan seputar kebangsaan kepada para guru di sekolah. 

"Di sekolah itu diajarkan hidup dengan Pancasila, berpikir kritis, dan kami dekatkan dengan kebhinekaan global," tukasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD DKI Jakarta memanggil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana ihwal dugaan diskriminasi pelajar di sekolah.

Baca juga: Siswi Keluhkan Tidak Nyaman Ditegur Guru soal Jilbab, Kepala SMP Negeri 46 Buka Suara

Berikut kasus dugaan diskriminasi di sekolah yang ditemukan Fraksi PDIP DPRD dalam kurun waktu 2020-2022: 

1. SMAN 58 Jakarta Timur (Oktober 2020)
2. SMAN 101 Jakarta Barat (Juli 2022)
3. SMPN 46 Jakarta Selatan (Agustus 2022)
4. SDN 2 Jakarta Pusat (April 2022)
5. SMKN 6 Jakarta Selatan (Juli 2022)
6. SMPN 75 Jakarta Barat (Juli 2022)
7. SMPN 74 Jakarta Timur (Juli 2022)
8. SDN 3 Tanah Sareal Jakarta Barat (Juli 2022)
9. SMPN 250 Jakarta Selatan (Desember 2020)
10. SDN 3 Cilangkap Jakarta Timur (Juli 2022). (M35)

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved