Berita Tangerang

Saling Ejek, Dua Santri di Ponpes Daarul El Qolam Duel, Satu Tewas, yang Menang Jadi Tersangka

Kompol Zamrul Aini mengatakan, M ditetapkan sebagai tersangka usai pihaknya menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa 6 orang saksi.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Zamrul Aini saat memberikan keterangan usai menggelar olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi kejadian, Selasa (9/8/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, TIGARAKSA - Polresta Tangerang menetapkan M sebagai tersangka kasus perkelahian antar santri Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul El Qolam yang menyebabkan BD (15) tewas.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Zamrul Aini mengatakan, M ditetapkan sebagai tersangka usai pihaknya menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa 6 orang saksi.

"Setelah dilakukan olah TKP, autopsi dan pemeriksaan 6 orang saksi, kami menetapkan M sebagai anak pelaku, lantaran berkelahi dengan korban hingga menyebabkan meninggal dunia," ujar Kompol Zamrul Aini kepada awak media, Selasa (9/8/2022).

Akibat perbuatannya, M dikenakan dengan Pasal 80 ayat (3), dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: Tantang Duel Pendemo, Begini Sosok Irjen (Purn) Murad Ismail, Pernah Ajak Bu Susi Perang

Kendati demikian, berdasarkan pertimbangan dan kewenangan penyidik M tidak dilakukan penahanan secara fisik.

Hal tersebur merujuk pada Pasal 32 ayat (1) UU RI No.11/2012, tentang sistem peradilan anak.

"M sebagai Anak Pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun," kata dia.

"Akan tetapi M tidak ditahan, berdasarkan Pasal 32 ayat (1) UU RI No.11/2012, tentang sistem peradilan anak, penahanan anak tidak boleh dilakukan dalam hal anak memperoleh jaminan dari orang tua, wali, lembaga anak, selama tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi tindak pidana," terangnya.

Baca juga: 15 Santri SMA Pesantren MQ Depok Hafiz Quran dan 250 Santri Hafal 5-25 Juz

Lebih lanjut Kapolsek Cisoka, AKP Nur Rokhman menambahkan, kronologis kejadian bermula saat BD tengah mandi bersama pada Minggu (7/8/2022) sekira pukul 06.30 WIB, tiba-tiba M membuka pintu kamar mandi dan membentur korban.

BD yang tidak terima pun marah kepada M dan akhirnya berkelahi di dalam kamar.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved