Perdagangan Manusia

Mengejutkan, BP2MI Ungkap Perdagangan Manusia Kian Banyak, Dikirim ke Malaysia dan Kamboja

Kasus perdagangan manusia akhir-akhir ini makin banyak, hal itu diungkapkan Kepala BP2Mi Benny Rhamdani.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
warta kota/gilbert sem sandro
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan kasus perdagangan manusia kini meningkat, sehingga perlu perhatian banyak pihak. Mayoritas dikirim ke Malaysia dan Kamboja. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus imigran gelap Indonesia yang keluar negeri secara ilegal tengah marak dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam satu pekan terakhir, ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal telah terdeteksi berada di Malasyia dan Kamboja.

Pada Kamis (4/8/2022) lalu, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah memulangkan 190 imigran gelap Indonesia dari Malaysia.

Sementara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah mencatat adanya 232 imigran gelap Indonesia di Kamboja dan 39 orang diantaranya telah kembali ke Tanah Air.

Menanggapi hal tersebut Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan, fenomena Warga Negara Indonesia (WNI) berangkat ke luar negeri secara ilegal merupakan bentuk perdagangan manusia.

Pasalnya, para imigran gelap tersebut berangkat dari Indonesia akibat tawaran pekerjaan yang dibagikan melalui media sosial.

"Mereka ini adalah anak-anak bangsa yang dieksploitasi, oleh mereka yang kita sebut sindikat yang mengambil keuntungan dari praktek perdagangan manusia," ujar Benny, Senin (8/7/2022).

Baca juga: Himsataki Hingga Aspataki Puji Kinerja Benny Rhamdani yang Selama Dua Tahun Menjabat Kepala BP2MI

Benny menilai, Pemerintah Pusat dapat serius untuk menangani dan mengusut adanya praktik perdagangan manusia tersebut, guna menghindari terjadinya hal serupa di lain waktu.

Pasalnya, Indonesia memiliki ketentuan hukum terkait dengan adanya praktik perdagangan manusia.

Hal tersebut tertuan dalam undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan indang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang satuan tugas pencegahan tindak pidana perdagangan orang.

Baca juga: Kisah Imigran Gelap Asal Indonesia, Sempat Dipenjara di Malaysia Terima Hinaan hingga Cercaan

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved