Kuliner Legendaris Khas Betawi, Gabus Pucung Lukman Bertahan 37 Tahun Pakai Resep Nenek

Pondok Gabus Lukman yang berada di Jalan Jenderal Sudirman KM.32, Kota Bekasi ternyata sudah berdiri sejak 37 tahun silam berjualan sayur gabus pucung

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Pondok Gabus Lukman, Jalan Jenderal Sudirman KM. 32, RT.004/RW.016, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASISELATAN - Salah satu penjual sayur gabus yang terkenal di Bekasi adalah Pondok Gabus Lukman. Rumah makan ini telah 37 tahun lebih menjual sayur gabus pucung.

Resep berawal dari orangtua Lukman dan selanjutnya mengalami perubahan pada generasi kedua yang ditangani langsung oleh H. Lukman dan istrinya, Suhermas.

Kini, usaha tersebut telah diturunkan pada generasi ketiga yang merupakan anak dari H. Lukman, yakni Risma (32).

Adapun keunikan masakan ini berasal dari bumbu pucung dan ikan gabus yang digunakan. Untuk pucung, bumbu ini dipilih langsung dengan merasakan menggunakan ujung lidah.

Baca juga: Bantu UMKM Kuliner Naik Kelas, ESB dan ASENSI Berkolaborasi Lagi

Jika pahit, pucung tak akan diolah bersama bumbu lain. Namun jika tidak pahit pucung pun diolah dengan bumbu lainnya.

Awalnya, sang nenek membuka usaha ini hanya bermodalkan bilik bambu saja. Lambat laun, lantaran usaha tersebut ramai pembeli alhasil bisa memiliki tempat yang lebih luas dan nyaman.

Selain sayur gabus pucung, pembeli yang datang juga dapat memesan semur jengkol, sop sapi, pecak lele, dan bakwan udang.

Harga yang ditawarkan untuk seporsi sayur gabus dimulai Rp 45.000, menu lainnya seperti pecak lele berkisar Rp 30.000-35.000/porsi.

"Kami di sini memang diwariskan dari resep nenek, tak ada yang diubah hanya melanjutkan saja," ucap Risma kepada Wartakotalive.com di Pondok Gabus Lukman, Jalan Jenderal Sudirman KM.32, RT.004/RW.016, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (8/8/2022).

Baca juga: 3 Kafe di Sekitar Jakarta Ini Bisa Jadi Tempat Wisata, Rasakan Kuliner di Bawah Roket

Untuk mempertahankan cita rasa agar selalu jadi pilihan masyarakat, Risma dan keluarga selalu mengutamakan kualitas bahan-bahan.

"Kami nggak terima ikan gabus yang sudah mati, kami beli yang masih hidup. Jadi ketika akan dimasak baru diolah ya. Bumbu yang lainnya juga kami pilih yang bagus," imbuhnya.

Kuliner legendaris khas Bekasi ini, ternyata masih banyak diminati masyarakat dari berbagai kalangan. Bahkan, para pemimpin di Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi banyak yang menjadi pelanggan.

"Kayak Pak Rahmat Effendi, mantan Wali Kota Bekasi. Terus Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan jajarannya suka mampir ke sini," jelas perempuan yang mengenakan hijab itu.

Baca juga: Kuliner Jakarta, 10 Warung Bakso Enak dengan Harga Terjangkau di Jakarta Utara

Ke depan, Risma berharap semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati makanan legendaris ini.

"Meski banyak makanan dari luar, saya percaya makanan legendaris ini masih banyak diminati. Semoga ke depannya semakin banyak yang suka terutama kalangan anak muda," tutup dia.

Pantauan Wartakotalive.com, Senin (8/8/2022) usaha makanan ini memang ramai pembeli. Terutama saat jam makan siang.

Mayoritas yang datang berasal dari jajaran Pemkot Bekasi karena memang lokasinya yang bersebelahan dengan kantor Pemkot Bekasi.

Pembeli rata-rata memesan sayur gabus pucung dan pecak lele. Kedua menu tersebut memang menjadi menu andalan di tempat ini. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved