Air Bersih

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Minta PAM Jaya Rutin Memerbaiki Banyaknya Jalur Pipa yang Bocor

Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta menyoroti 32 persen warga Jakarta masih mengksploitasi air tanah.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Sigit Nugroho
WartaKota/Fitriyandi Al Fajri
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta menyoroti 32 persen warga Jakarta masih mengksploitasi air tanah.

Sementara sisanya, 68 persen sudah terlayani menggunakan air perpipaan dari Perumda PAM Jaya melalui dua operator, yaitu PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra).

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan bahwa berdasarkan data dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, tercatat 32 persen warga Jakarta masih mengeksploitasi air tanah untuk keperluan sehari-hari.

Hal ini cukup disayangkan mengingatkan Pemerintah DKI Jakarta ditopang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang paling besar dibanding provinsi lain mencapai Rp 80 triliun lebih, sehingga layanan air perpipaan harusnya lebih mudah dilakukan.

Baca juga: Strategi PAM Jaya Mengurangi Pengambilan Air Tanah demi Cegah Jakarta Tenggelam

Baca juga: Bersama Pemerintah dan Kementerian PUPR, PAM Jaya Berupaya Percepatan untuk Penyediaan Air Bersih

Baca juga: Partai Nasdem Daftarkan ke KPU RI Tak Membawa Massa Banyak

"Penggunaan air tanah ini harus segera dihentikan. Hal itu perlu mendapat perhatian pemerintah agar tidak menyebabkan terjadinya bencana tanah longsor akibat turunnya permukaan tanah dan rusaknya lingkungan,” kata Wibi pada Selasa (9/8/2022).

Wibi berujar, apalagi para ahli mempediksi penurunan tanah Jakarta dapat membuat Jakarta tenggelam pada 2030.

Oleh karena itu, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pipanisasi di Jakarta harus segera diselesaikan.

BERITA VIDEO: Konvoi dengan Membawa Senjata Tajam, Geng Motor di Binjai Berakhir di Kantor Polisi

"Jika penggunaan air tanah dibatasi, pemerintah dan PAM Jaya harus memfasilitasi warga terkait penyediaan air bersih. Mengingat sekarang ini pun warga Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat masih banyak yang kesulitan untuk mengakses air bersih,” tutur Wibi.

Wibi meminta PAM Jaya untuk rutin memperbaiki banyaknya jalur pipa yang bocor, karena kejadian ini bisa menghambat akses air bersih kepada pelanggan.

Dalam pengembangan SPAM diharapkan bukan hanya mengejar target 100 persen saja, tapi agar Perumda PAM Jaya memperhatikan kualitas dari SPAM itu sendiri.

"Perlu ada pengawasan dalam pengembangan SPAM tersebut,” ujar Wibi yang juga menjadi anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini.

Dalam kesempatan itu, Wibi juga mendukung pengembangan SPAM di Jakarta demi layanan 100 persen warga Jakarta melalui air perpipaan pada 2030.

Sebagaimana diungkapkan Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin bahwa, pelayanan air minum perpipaan memiliki efek domino, mulai dari lingkungan serta kesehatan warga Jakarta.

"Kami mendorong PAM Jaya dalam pemenuhan target 100 persen pengembangan SPAM pada tahun 2030. Kami akan turut melakukan monitoring dalam proses pengembangan SPAM dan memastikan warga Jakarta dapat mengakses air bersih,” jelas Wibi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved