Berita Bogor

HEBOH Ada Tanaman Penghasil Kokain di Kebun Raya Bogor, Begini Penjelasan Polisi dan BRIN

Laksana Tri Handoko menuturkan mengenai pemberitaan yang menyebutkan bahwa bibit koka berasal dari KRB perlu diluruskan

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Cahya Nugraha
Polresta Bogor Kota melaui Sat Narkoba Polresta Bogor Kota langsung melakukan pemeriksaan di Kebun Raya Bogor pada Senin (8/8/2022).Dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agus Susanto menemukan fakta bahwa tanaman Erythroxylum coca, (penghasil biji koka bahan dasar kokain) tidak ditemukan di Kebun Raya Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR- Sebelumnya pengekspor biji kokain yang berhasil ditangkap Polda Metro Jaya, SDS (51) mengaku kepada penyidik bahwa telah menanam pohon koka sejak tahun 2003.

SDS mengklaim awalnya dapat biji koka dari Kebun Raya Bogor

"Dari keterangan tersangka bahwa barang bukti tersebut didapatkan dari hasil menanam tanaman koka yang bisa tumbuh besar di rumahnya sejak tahun 2003. Tersangka awalnya bisa menanam pohon koka dari biji koka yang dia dapatkan dari tanaman pohon koka di area terbuka Kebun Raya Bogor," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Endra Zulpan di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 5 Agustus 2022.

Mendengar hal tersebut Polresta Bogor Kota melaui Sat Narkoba Polresta Bogor Kota langsung melakukan pemeriksaan di Kebun Raya Bogor pada Senin (8/8/2022) 

Baca juga: Ekspor Biji Kokain ke Luar Negeri, Pelaku Kamuflase Pakai Boneka Finger Puppet

Dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Agus Susanto menemukan fakta bahwa tanaman Erythroxylum coca, (penghasil biji koka bahan dasar kokain) tidak ditemukan di Kebun Raya Bogor

Agus menjelaskan bahwa di Kebun Raya Bogor hanya mempunyai tanaman yang bernama Erythroxylum Novogranatense yang berasal dari Amerika Selatan dan Erythroxylum Cuneatum yang berasal dari Indonesia. 

Sejarah pohon tersebut ada di Kebun Raya Bogor hasil pertukaran biji antara Kebun raya Bogor dengan Kebun Raya Kongo Belgia pada tahun 1927.

Baca juga: Imigran Gelap yang Dipekerjakan sebagai Admin Judi Online di Kamboja Malu Pulang ke Kampung Halaman

Kedua tanaman tersebut masih satu keluarga dengan tanaman Erythroxylum Coca yang berasal dari Amerika Selatan. 

"Tanaman Erythroxylum Novogranatense yang ada di Kebun Raya Bogor sudah mati pada 2022," ucap Agus

"Erythroxylum Cuneatum tanamam lokal Indonesia masih hidup dan itu berbeda sekali, pohonnya gede. Kalau yang dua jenis pohon ini (Erythroxylum Novogranatense dan Erythroxylum coca) paling dua meter tingginya tidak bisa tinggi, tapi yang di Indonesia lokal itu kayak pohon besar aja, tapi itu nggak termasuk jenis dari Amerika Selatan," tambah Agus.

Ditempat terpisah Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menuturkan mengenai pemberitaan yang menyebutkan bahwa bibit koka berasal dari KRB perlu diluruskan mengingat koleksi yang ada di KRB adalah Erythroxylum novogranatense BUKAN koka (Erythroxylum coca). 

Baca juga: Gelar Pesta Sabu, Anggota DPRD Purwakarta Ditangkap Polisi Bersama Dua Rekannya

"Berdasarkan data di bagian registrasi, tanaman ini (Erythroxylum novogranatense) berasal dari Hort. d'Ela Congo Belge, diterima di KRB sejak tanggal 29 November 1927 dan ditanam di vak. XV.J.B.VI.7. Tanaman ini kemudian diperbanyak dan ditanam di Vak XV.J.B.VI.18. pada 20 Januari 1978. Tanaman koleksi tersebut mati terkena hama di KRB tahun 2022," ucapnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved