Berita Jakarta

Viral Video Polisi Gadungan di Cideng Bertengkar, Ini Tanggapan Polres Jakarta Pusat

Dalam video, tampak seorang pria memakai seragam dinas dan rompi merah layaknya dari Korps Sabhara dengan tulisan "Polisi"

Tribunnews
Ilustrasi - Polisi gadungan di Cideng, Jakarta Pusat 

WARTAKOTALIVE.COM,CIDENG - Sebelumnya viral sebuah video yang mmeperlihat diduga polisi gadungan sedang melakukan razia surat-surat kendaraan di Cideng, Jakarta Pusat. 

Dalam video, tampak seorang pria memakai seragam dinas dan rompi merah layaknya dari Korps Sabhara dengan tulisan "Polisi" pada bagian belakang.

Kemudian, pihak Polres Metro Jakarta Pusat, masih terus melakukan pendalaman, terkait video viral yang menayangkan polisi bertengkar, terkait pelanggaran lalu lintas dengan pengendara di kawasan Cideng, Gambir, Jakarta Pusat.

"Kalau kami lihat dari video, si pembuat video menyakini bahwa itu polisi gadungan yang menyerupai petugas. Namun kami antisipasi jangan sampai itu polisi betulan, kami masih cek dan cari ciri-cirinya," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, Senin, (8/8/2022).

Baca juga: VIDEO : Viral Aksi Diduga Oknum Polisi Gadungan di Petojo Sering Tilang Warga, Provost Turun Tangan

Baca juga: Mahasiswa di Bogor Nekat Jadi Polisi Gadungan karena Bercita-cita Menjadi Polisi

Komarudin mengatakan, pihaknya masih terus lakukan pencarian terhadap anggota polisi dan viral di kawasan Cideng itu.

"Kami sampai melakukan pencocokan dengan beberapa anggota yang mirip, mulai dari gestur dan bentuk badan. Ada beberapa yang mirip namun hampir terbantahkan karena yang bersangkutan dalam kondisi rawan," ucap Komarudin. 

Selain itu, Komarudin menegaskan, pihaknya akan upayakan pengungkapan video viral itu, guna mengetahui motif dan kejadian sebenarnya yang terjadi di kawasan Cideng, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Komarudin mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, patuhi aturan berlalu lintas, kalaupun melanggar ikuti prosedur aturan yang berlaku dan minta surat tilang. 

"Jika ada petugas yang menawarkan damai jangan diikuti, karena masyarakat harus  ikut mengawasi perilaku anggota," tutup Komarudin.

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved