Polisi Tembak Polisi

Komnas HAM Berharap Istri Irjen Ferdy Sambo Diperiksa, Choirul Anam: Keterangannya Dibutuhkan

Komnas HAM berharap bisa melakukan pemeriksaan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi setelah kemunculannya terkait kasus Brigadir J.

Warta Kota/Alfian Firmansyah
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan Komnas HAM berharap bisa melakukan pemeriksaan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi setelah kemunculannya terkait kasus Brigadir J. 

WARTAKOTALIVE.COM, MENTENG - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, muncul ke publik, mendatangi Mako Brimob demi menjenguk Sambo yang tengah ditempatkan di sana selama 30 hari ke depan.

"Kami berharap bisa untuk segera bertemu istri Ferdy Sambo," ujar Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022).

Kemudian, pihak Komnas selain ingin segera lakukan pemeriksaan terhadap Putri, ada hal lain yang diprioritaskan.

"Kami agendakan minggu ini, punya kebutuhan yang sangat strategis itu adalah balistik, karena sudah tertunda beberapa waktu, dengan ini kami prioritaskan," ujar Anam. 

Baca juga: Sudah Ditetapkan Tersangka, Komnas HAM Tetap akan Periksa Lagi Bharada E

Selain itu, pihak Komnas HAM menyebutkan, bahwa keterangan dari istri Ferdy Sambo sangat dibutuhkan. 

"Iya pasti butuh, terkait kasus penembakan ini, ibu PC kan muncul namanya," tutur Anam. 

Anam juga mengatakan pihaknya sudah memulai komunikasi dengan istri Ferdy Sambo.

"Kami sedang memulai dari awal ini, ya semoga perkembangan ada di minggu ini," ucap Anam. 

Sebelumnya Komnas HAM akan tetap melakukan pemeriksaan kembali terhadap Bharada E. Choirul Anam mengatakan, pihaknya sudah menyandingkan, dan akan dalami akan temuan tersebut. 

Baca juga: Nyanyian Bharada E Seret Brigadir Ricky Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

"Pengacara Bharada E kan ada yang baru, kami juga tidak mendapatkan statement juga, namun Bharada E akan kami Agenda kan pemeriksaan," ujar Anam di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022).

Namun, Anam menyampaikan, terkait agenda Bharada E akan diperiksa kembali, namun waktunya masih belum ditentukan. 

Selain itu, Anam menyebutkan, pihaknya belum mendalami pengakuan pengacara Bharada E terkait perintah menembak dari atasannya.

"Kami membutuhkan keterangan dari Pengacara Bharada E yang baru, setelah kami menyandingkan dari kesesuaian satu dengan yang lain, satu dengan alat bukti yang lain," ujar Anam.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved