Anies Baswedan Diduga Canangkan Penjenamaan Rumah Sehat Terinspirasi dari Pagebluk Covid-19

Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan aksi penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta diduga karena belajar dari pagebluk Covid-19.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Ali Muhammad Johan. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat Ali Muhammad Johan menduga, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan penjenamaan rumah sehat karena belajar dari pagebluk Covid-19.

Pengalaman pahit itu diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk melakukan upaya promotif dan preventif, salah satunya secara sadar memeriksakan kondisinya ke fasilitas kesehatan tanpa harus menunggu sakit.

“Mungkin saya lihat karena terkait pandemi karena dua tahun ini cukup berat, apalagi pandemi Covid-19 kan wabah virus yang luar biasa yang mungkin isu kesehatan ini akhirnya mengarah kepada bagaimana melakukan pencegahan,” kata Ali pada Senin (8/8/2022).

Menurutnya masyarakat dapat memanfatkan fasilitas rumah sehat untuk tetap menjaga kualitas kesehatannya.

Apalagi pagebluk Covid-19 sejak Maret 2020 lalu bisa berdampak pada kematian, terutama bagi orang yang memiliki tingkat imun rendah atau tidak bagus.

Baca juga: Penjenamaan Rumah Sehat, Anies Baswedan Dinilai Ingin Meraih Simpati Masyarakat Kelas Bawah

“Mungkin itu yang mau dirubah pandangan atau paradigmanya oleh Pemprov DKI Jakarta. Tapi sekali lagi saya belum melihat secara detail bagaimana ke depan karena ini kan penjelasannya baru (akan dipanggil) Dinkes,” ujar Ali yang juga menjadi anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini.

Diberitakan sebelumnya, Komisi E DPRD DKI Jakarta berencana memanggil Dinas Kesehatan DKI Jakarta buntut perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.

Klarifikasi Dinkes diperlukan untuk menyelesaikan polemik penjenamaan rumah sehat di kalangan masyarakat.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ali Muhammad Johan mengatakan, dinamika yang memicu simpang siur perlu dipertanyakan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kata dia, Dinkes DKI memiliki kompetensi untuk mengklarifikasi polemik yang terjadi di masyarakat.

Baca juga: Komisi E DPRD DKI akan Panggil Dinas Kesehatan DKI Jakarta Minta Klarifikasi Penjenamaan Rumah Sehat

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved