Tawuran Pelajar

AKP Erwin Subekti Sebut Pelajar yang Suka Tawuran Makin Pintar, Sebelum Aksi Cek Ombak dulu

Kanit Reskrim Polsek Pamulang AKP Erwin Subekti mengatakan pelajar yang suka tawuran pandai mengelabui polisi.

Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Erwin Subekti, mengatakan pelajar kini pintar mengelabui polisi jika ingin tawuran. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Erwin Subekti berbicara banyak seputar penanggulangan tawuran di wilayah Kecamatan Pamulang.

Ia memandang, selain kepolisian, peran sekolah dan orangtua harus sinergi dalam menghentikan kasus kenakalan remaja ini.

Ia mengatakan, upaya-upaya seperti penyuluhan bersama guru-guru pernah dilakukan, namun tawuran yang terjadi sepulang sekolah membuat aktivitas siswa tak lagi tanggung jawab sekolah, melainkan orangtua.

Sementara dari pihak kepolisian, Erwin menyebut pihaknya tetap memproses hukum, jika ada pelanggaran pidana dalam tawuran.

Erwin sendiri mengaku miris dengan tawuran yang melibatkan pelajar.

"Mereka tawurannya makin pintar. Mereka cek ombak dulu, ada polisi atau tidak," ujar Erwin kepada Warta Kota di Polsek Pamulang, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Aksi Tawuran Pelajar di Pulo Gebang Diduga Libatkan Beragam Sekolah

Erwin menyebut pihaknya juga kerap patroli untuk melihat titik rawan.

Bahkan pernah mengamankan pelaku yang hendak tawuran.

Erwin pun menyoroti pola berpikir pelajar yang justru bangga jika ditanggkap polisi.

"Kami pernah menangkap pelaku, namun tidak ada rasa menyesal, menangis,” ujarnya.

“Padahal usia 16 tahun, dan ancaman penjara 15 tahun, artinya dia keluar usia 31 tahun," ucapnya.

Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Polres Metro Jakarta Pusat, tangkap tujuh remaja yang diduga hendak tawuran di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022).
Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Polres Metro Jakarta Pusat, tangkap tujuh remaja yang diduga hendak tawuran di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022). (WartaKota/Alfian Firmansyah)

Menurut Erwin, permasalahan pelajar ikut tawuran kerap terjadi karena permasalahan pergaulan khususnya dengan alumni yang bermasalah.

"Yang cek ombak itu alumni. Kalau alumni itu yang dapat, saya tidak akan maafkan,” ujarnya.

“Karena mereka alumni juga bukan yang kuliah tapi drop out, dan mereka juga sudah dewasa," tandasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved