Berita Video

Warta Sedap: Mencoba Nasi Uduk Betawi Haji Yoyo Pitara Depok, Buka Sampai Subuh

Nasi Uduk dan Nasi Ulam H. Yoyo berada di pinggir jalan Pitara. Warung nasi ini menempati teras rumah dari pemilik warung yang juga generasi ketiga da

Penulis: Mochamad Dipa Anggara | Editor: Ahmad Sabran

“Saat ini yang nerusin usaha udah generasi ketiga, yakni Safrizal yang sudah almarhum dan diterusin sama anaknya. Kalau Safrizal kelola warung yang di Karet Kuningan, kalau saya di Depok,” sebutnya.

Andi mengatakan, dirinya mulai berjualan di Depok pada tahun 1999. Awalnya orang tua Andi yakni Muhammad Daud berjualan di Beji Depok, kemudian pindah lokasi ke Pitara tempat lokasi saat ini sejak tahun 2007.

“Bapak saya buka usaha di Beji tahun 1999. Awal jualan di Beji Depok Cuma jual nasi uduk, nasi ulam, semur, ayam goreng, sama empal. Konsep jualannya waktu itu masih tenda,” ungkap Andi.

“Dari Beji kemudian pindah ke Pitara Depok, mulai di Pitara tahun 2007. Awalnya saya jualan di pinggir jalan, kemudian karena ada perapihan irigasi jalan, akhirnya saya pindahin lagi lapaknya jadi ke rumah,” jelasnya.

Penyajian menu

Kembali ke menu, saat datang ke Nasi Uduk dan Nasi Ulam H. Yoyo, Wartakotalive.com memesan seporsi nasi ulam dan nasi uduk.

Dengan cekatan, Andi melayani pesanan kami, seporsi nasi ulam dengan lauk semur jengkol, semur tahu dan telur. Sebagai pendamping ada juga kerupuk.

Untuk tekstur nasi ulam tidak jauh berbeda dengan nasi pada umumnya, tapi sensasinya baru terasa saat nasi diaduk bersama serundeng berwarna oranye kecoklatan. Serundeng membuat nasi terasa gurih pedas.

Selain nasi dan lauk pauknya, juga terdapat daun kemangi segar, irisan mentimun serta kecambah yang bertekstur renyah.

Sementara untuk nasi uduknya, Wartakotalive.com memesan lauk cumi asin jagung manis, semur tahu dan jengkol balado.

Nasi uduk di warung ini bukan hanya ditanak dengan santan tapi juga berbagai rempah seperti cengkeh, kayu manis, pekak dan lada hitam butiran.

Penambahan rempah pada nasi uduk membuat rasanya sekilas seperti nasi kebuli khas Timur Tengah. Nasinya aromatik dan pulen gurih.

Apalagi ditambah dengan ayam goreng, paru goreng serta ati ampela goreng yang membuat makan makin berselera.

Untuk penyajian baik nasi ulam maupun nasi uduk sama-sama dialasi daun pisang yang diberi pelengkap taburan bawang goreng, sambal dan kerupuk. Sambal merah untuk nasi ulam dan sambal kacang untuk nasi uduk.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved