Berita Jakarta

Tak Ingin Mendekam di Tahanan, Roy Suryo Ajukan Penangguhan, Penyidik Belum Merespon

Dalam surat yang dikirim ke penyidik, kuasa hukum meminta agar Roy Suryo itu dijadikan tahanan kota.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
KOMPAS.com/Tria Sutrisna
Pakar telematika yang juga eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo lemas setelah keluar dari ruang pemeriksaan Polda Metro Jaya, Jumat (22/7/22) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Setelah ditahan di rutan Polda Metro Jaya pada Jumat (5/8/2022) malam atas kasus stupa Candi Borobudur, Roy Suryo mengajukan penangguhan penahanan ke penyidik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengaku menghormati permohonan dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut.

"Permohonan untuk minta penangguhan memang diatur dalam peraturan hukum kita," katanya saat dikonfirmasi Minggu (7/8/2022).

Menurut Zulpan, pihak Roy mengajukan penangguhan penahanan itu pada Sabtu (6/8/2022) kemarin.

Dalam surat yang dikirim ke penyidik, kuasa hukum meminta agar pakar telematika itu dijadikan tahanan kota.

Kendati telah menerima, tapi penyidik belum memberikan jawaban atas permohonan dari tim kuasa hulum Roy Suryo.

"Kewenangan dari penyidik apakah dikabulkan atau tidak atas pertimbangan hukum," tegasnya.

Baca juga: Pernah Berjasa Bagi Bangsa dan Sedang Sakit, Alasan Roy Suryo Minta Tak Ditahan di Rutan

Pernah berjasa bagi bangsa

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya memutuskan untuk menahan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo pada Jumat (5/8/2022) malam.

Roy sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara meme stupa Candi Borobudur.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved