Penembakan

Mata Bengkak karena Terus Menangis, Putri Candrawathi Mencoba Tegar Jalani Masa Sulit dalam Hidupnya

Arman menyebut pihaknya telah berkonsultasi dengan psikolog klinis untuk meminta agar Putri Candrawathi bisa membesuk ataupun bertemu Irjen Ferdy Samb

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Feryanto Hadi
Ist
Putri datang bersama kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis sekitar pukul 18.00 WIB dengam mengenakan atasan putih, bermasker dan dengan rambut digerai menutupi sebagian wajahnya. 

Adapun caranya yakni dengan melakukan pemeriksan assessment psikologis secara langsung kepada yang bersangkutan.

"Jadi kami tetap meminta untuk bertemu langsung, melakukan pemeriksaan langsung secara psikologis kepada ibu Putri," kata Edwin saat dikonfirmasi awak media, Selasa (2/8/2022).

"Dan itu sudah disepakati dan tinggal LPSK menentukan waktunya untuk dilakukan pemeriksaan terhadap ibu Putri," sambungnya.

Atas hal itu Edwin menegaskan, pihaknya akan mendapati hasil psikologis dari Putri Candrawathi secara mandiri tanpa harus mengambil hasil dari pihak lain dalam hal ini tim psikolog yang sudah disiapkan oleh pihak keluarga.

 Sebab kata dia, sejauh ini psikolog dari keluarga Putri telah memberikan tawaran kepada LPSK untuk dapat menggunakan hasil pemeriksaannya sebagai bahan pemberian assessment perlindungan kepada Putri.

Akan tetapi LPSK kata Edwin akan tetap meminta kepada tim kuasa hukum dan keluarga untuk dapat bertemu dan memeriksa langsung kondisi psikologis yang bersangkutan

Sementara itu, kuasa hukum Putri Arman Hanis juga hadir ke LPSK bersama psikolog pada Senin (1/8/2022).

Ia datang untuk mewakili Putri yang masih belum bisa datang menemui panggilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Jadi begini, kedatangan kami ke LPSK sesuai undangan yang disampaikan ke kami untuk meminta kehadiran klien kami untuk melakukan Assessment," tutur Arman

Baca juga: Putri Mengaku Dilecehkan Brigadir J, Susno Duadji: Ajudan Tak Mungkin Masuk Kamar Tanpa Perintah

Lanjutnya, alasan Putri belum bisa memenuhi panggilan LPSK diungkapkan Arman disebabkan karena perihal kondisinya belum memungkinkan untuk bisa dimintai keterangan lebih lanjut, terkait lanjutan prosedural permohonan.

"Kondisi klien kami yang saat ini masih dalam terguncang dan trauma berat, sehingga tadi didalam kami sudah jelaskan, psikolog sudah menjelaskan," lugasnya.

Di akhir pernyataannya, kuasa hukum  P juga menjelaskan kondisi kliennya itu terguncang akibat dugaan kekerasan seksual yang menimpanya

"Perlu saya tegaskan klien kami adalah korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved