Penjenamaan Rumah Sehat

Politisi PKS Setuju Anies Baswedan Ubah Nama Rumah Sakit jadi Rumah Sehat, Citra Jadi Positif

Politisi PKS, Muhammad Thamrin, setuju atas gagasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, soal penjenamaan Rumah Sehat.

Warta Kota/Fitriandi Fajar
Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin mendukung nama rumah sakit menjadi rumah sehat, karena berkonotasi positif. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta angkat bicara soal kritik yang disampaikan koleganya dari Fraksi PDIP dan PSI tentang kebijakan Gubernur Anies Baswedan yang mengubah penyebutan nama rumah sakit menjadi rumah sehat.

Partai pendukung Anies pada Pilkada 2017 lalu ini kemudian membandingkan dengan penjenamaan Puskesmas, yang merupakan akronim dari kalimat Pusat Kesehatan Masyarakat.

Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Thamrin menilai, penjenamaan baru rumah sakit menjadi rumah sehat yang dilakukan Anies sudah tepat.

Apalagi diksi ‘sehat’ sudah dipakai dari tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga menjadi langkah yang positif jika hal serupa diterapkan di tingkat kota dan provinsi.

“Jadi, nggak mungkin kan kalau Puskesmas itu artinya Pusat Kesakitan Masyarakat, maka itu jika di level kelurahan dan kecamatan ada Puskesmas, di atasnya (kota dan provinsi) ada rumah sehat,” kata Thamrin dari Komisi E DPRD DKI Jakarta, Sabtu (6/8/2022).

Menurutnya, perubahan penjenamaan ini bukan dalam rangka menabrak regulasi yang sudah ada, yakni UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Perubahan ini, kata dia, justru meluruskan pemahaman masyarakat saja tentang fasilitas yang disediakan pemerintah daerah.

Baca juga: RSUD Koja Menyandang Rumah Sehat untuk Jakarta, Tidak Hanya untuk Orang Sakit

“Justru ini ingin meluruskan pemahaman saja, agar kata sakit menjadi sehat itu dirasakan secara psikologis oleh masyarakat, toh namanya juga masih Rumah Sakit Umum Daerah,” ucapnya.

“Syukur-syukur nanti di DPR RI ada revisi dalam UU, karena yang tidak boleh direvisi kan cuma kitab suci,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Fraksi PDIP dan PSI mengkritik kebijakan ini karena dianggap tidak mendesak.

Sebelumnya, mereka juga tidak sepakat dengan perubahan nama jalan yang dilakukan Anies.

Gubernur DKI Anies Baswedan jelang pensiun melakukan banyak gebrakan.
Gubernur DKI Anies Baswedan jelang pensiun melakukan banyak gebrakan. (WARTA KOTA)

Penasehat Fraksi PDIP yang juga menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi kembali kesal dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pasalnya, setelah merubah nama jalan di Ibu Kota, Anies kembali mengubah penyebutan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat Untuk Jakarta.

Prasetyo menyebut, Pemprov DKI Jakarta seharusnya memunculkan berbagai terobosan dalam program pembangunan atau pelayanan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved