30 Ribu Dosis Vaksin Moderna Diusulkan untuk Vaksin Booster Kedua Tenaga Kesehatan Kota Bekasi

Dinas Kesehatan Kota Bekasi usulkan 30 ribu dosis vaksin Moderna ke Pemprov Jawa barat sebagai persiapan vaksin booster kedua untuk tenaga kesehatan.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengusulkan 30 ribu dosis vaksin Moderna ke Pemprov Jawa barat sebagai persiapan vaksin booster kedua untuk tenaga kesehatan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Kesehatan Kota Bekasi tengah mengusulkan permintaan 30 ribu dosis vaksin Moderna ke Pemerintah Provinsi Jawa barat sebagai upaya persiapan pelaksanaan booster kedua untuk tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan jika mengacu pada pedemonan Kementerian Kesehatan, tenaga kesehatan pada booster pertama menerima vaksin jenis moderna, sehingga  booster kedua pun moderna.

"Karena memang vaksinnya belum sampai kesini secepatnya akan kami jadwalkan bergantian karena yang akan diberikan vaksin nya adalah moderna," kata Tanti Rohilawati, Sabtu (6/8/2022).

Baca juga: 14 Ribu Tenaga Kesehatan di Kota Bekasi Bakal Terima Vaksin Booster Kedua

Diungkapkan oleh Tanti, saat ini memang proses pendataan terkait tenaga kesehatan (Nakes) yang akan menerima vaksin booster kedua masih terus dilakukan maka dari itu pihaknya meminta ke seluruh layanan baik puskesmas, rumah sakit, Klinik, untuk melakukan update terbaru data Nakes.

Sehingga nanti, dari data tersebut akan disesuaikan dengan jumlah vaksin yang diajukan ke Provinsi Jawa Barat.

Namun jumlah vaksin yang diajukan juga akan lebih banyak karena nantinya dapat digunakan untuk masyarakat umum.

"Kita sesuaikan dengan sasaran nakes. Mungkin lebih karena kan untuk masyarakat umum pun masih di butuhkan. Yang terakhir 30 ribuan ya," katanya.

Baca juga: Cakupan di Kota Bekasi Masih 43 Persen, Kini Muncul Vaksinasi Booster Kedua

Menurut Tanti, pemberian vaksin booster kedua kepada tenaga kesehatan juga akan dilakukan secara bertahap.

Sebab menurut Tanti, vaksin Moderna efeknya cukup terasa, sehingga ia tak ingin jika efek yang ditimbulkan akan berdampak pada terganggunya layanan kesehatan yang ada.

"Moderna itu kan reaksinya cukup lumayan ya, reaksinya ada demam sehingga kita perlu antisipasi sehingga nanti layanan lumpuh, akhirnya kita nanti akan bergantian melakukan vaksin booster kedua di setiap layanannya," ucapnya. (JOS).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved