Kesulitan Air saat Kebakaran, Hidran di Permukiman Padat Penduduk Kabupaten Bekasi Bakal Ditambah

Pemukiman padat penduduk di Kabupaten Bekasi akan ditambahkan hidran untuk mengantisipasi petugas yang kesulitan menemukan sumber air saat kebakaran.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Junianto Hamonangan
Beritajakarta.com
Ilustrasi - Pemukiman padat penduduk di Kabupaten Bekasi akan ditambahkan hidran untuk mengantisipasi petugas yang kesulitan menemukan sumber air saat kebakaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIKARANG - Pemkab Bekasi berencana menambah hidran di permukiman padat penduduk. Hal tersebut berdasarkan kajian dan laporan dari anggota damkar yang kerap bertugas di lapangan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi, Hasan Basri mengungkapkan petugas kerap kesulitan menemukan sumber air ketika kebakaran terjadi di permukiman warga.

"Itu rencana kita, jadi nanti hidran akan dibangun di titik-titik pemukiman yang jauh dari sumber air," ucap Hasan saat dikonfirmasi, Jumat (5/8/2022).

Baca juga: 67 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Kabupaten Bekasi Sepanjang Tahun 2022

Terlebih lagi, sumber air di Kabupaten Bekasi cukup sulit ditemukan dan biasanya terletak jauh dari permukiman penduduk. Terkadang selang berukuran panjang tak mampu menjangkau lokasi sumber air.

"Rencana membuat hidran ini ya karena sejumlah kendala yang dihadapi personel ketika bertugas, terkadang lalu lintasnya macet atau padat, dan ketika personel membutuhkan air untuk pemadaman tapi sumber airnya jauh," ucap Hasan.

Pembangunan titik sambungan persediaan air di bawah tanah ini, lanjut Hasan, rencananya akan menggandeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi. 

Baca juga: Diduga Alami Korsleting Listrik, Kebakaran Rumah Terjadi di Jalan Inspeksi Kali Sunter

"Kami sudah ke PDAM Tirta Bhagasasi, sudah kami sampaikan juga rencana kami ini, jadi nanti tinggal melakukan kajian sekaligus menentukan titik hidrannya dimana saja," katanya.

Sekadar diketahui, sejak Januari hingga Juni 2022 telah terjadi 67 peristiwa kebakaran di Kabupaten Bekasi. Dari jumlah tersebut, peristiwa kebakaran paling banyak terjadi pada rumah tinggal yakni sebanyak 17 kejadian.

"Ya memang pemukiman padat penduduk yang paling banyak terjadi kebakaran selama enam bulan ini, paling banyak di Tambun Utara ada lima kejadian," tutur Hasan. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved