Berita Depok

Tidak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Hentikan Kasus Bansos yang Ditimbun di Depok

Zulpan mengatakan, beras bansos itu merupakan program bantuan dari Presiden untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Terkait beras bansos Kemensos ditimbun di tanah kosong milik JNE di Depok 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Kasus dugaan penimbunan beras bantuan sosial (bansos) di Depok, Jawa Barat, dinyatakan selesai.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis.

"Kami hentikan (kasusnya)," ujarnya, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Polisi mengatakan, alasan kasus tersebut dihentikan karena tidak menemukan unsur pidana dalam kasus itu.

"Hasil pemeriksaan sampat saat ini tidak ditemukan unsur pidana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan, pada waktu yang sama.

Baca juga: UPDATE Penimbunan Bansos di Depok, Polisi: Ada 3.675 Kg Beras Bantuan Jokowi untuk KPM Dikubur

Baca juga: Polisi akan Periksa Bulog Terkait Beras Bansos Ditimbun di Tanah JNE Depok

Zulpan mengatakan, beras bansos itu merupakan program bantuan dari Presiden untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Jabodetabek.

"Bantuan ini dimulai April sampai Desember 2020. Penyalurannya Kemensos bekerjasama dengan Bulog menunjuk vendor melalui mekanisme lelang sebagai penyalur," ujar Zulpan.

"Vendor pemenang bekerja sama dengan JNE untuk salurkan ke masyarakat," sambungnya.

Adapun beras yang ditemukan di Depok tersebut, kata dia, sebanyak 3,4 ton.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved