Lifestyle

Ramai Diperbincangkan, Tokopedia Terapkan Pengenaan Biaya Jasa Aplikasi Rp1.000

Platform e-commerce, Tokopedia melakukan kebijakan baru yang menarik perhatian konsumen di media sosial. 

istimewa
Platform e-commerce, Tokopedia, mengenakan biaya jasa aplikasi di setiap transaksi produk non keuangan sebesar Rp 1.000 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bila terbiasa berbelanja di platform e-commerce, Tokopedia akan tahu ada kebijakan baru yang menarik perhatian konsumen di media sosial. 

Kebijakan baru tersebut dengan melakukan  pengenaan biaya jasa aplikasi atau biaya transaksi di setiap transaksi produk non keuangan sebesar Rp 1.000.

Walaupun 'hanya' Rp1.000 tetap saja ada biaya yang selama ini gratis.

Skema pengenaan biaya jasa aplikasi atau biaya transaksi dianggap wajar.

Hal tersebut dikemukakan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda

"Merupakan hal yang wajar dilakukan oleh perusahaan e-commerce maupun perusahaan layanan pesan antar, baik di level nasional maupun global," papar Huda, Kamis (4/8/2022).

Sebut saja Amazon, Alibaba, Walmart, Shopee, Grabfood, Gofood, serta Shopeefood, merupakan perusahaan teknologi yang telah menerapkan skema tersebut guna meningkatkan layanan kepada pelanggan, terutama melalui inovasi serta teknologi.

“Platform fee juga sudah diterapkan di platform ekonomi digital lainnya seperti ride-hailing," katanya.

"Strategi ini juga menurut saya merujuk pada exit strategi Tokopedia untuk bisa segera menghasilkan keuntungan. Terlebih Tokopedia sekarang termasuk perusahaan publik bersama Gojek yang sudah disunahkan mampu memperoleh keuntungan,” tambah Huda.

Baca juga: Universitas Multimedia Nusantara Membina UMKM di Tangerang Agar Cakap Digital 

Baca juga: Masuk Era Digitalisasi, Wagub Jabar Tegaskan Kader Posyandu Wajib Paham Dunia Digital

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa penerapan biaya jasa aplikasi atau biaya transaksi tersebut masih wajar selama tidak memberatkan konsumen dan sifatnya tetap dan tidak progresif atau bentuknya persentase.

“Selama tidak memberatkan konsumen dan sifatnya tetap saya rasa masih oke,” ungkapnya.

Penerapan biaya tersebut merupakan strategi dari tiap-tiap perusahaan untuk tetap dapat terus menghadirkan inovasi yang bertujuan untuk menjaga kualitas layananan mereka bagi seluruh konsumennya.

Melihat hal ini, sangat penting juga untuk perusahaan agar dapat mengomunikasikan kepada para pengguna terkait pengenaan biaya jasa aplikasi atau biaya transaksi di laman check out.

Oleh karena itu, komunikasi yang dilakukan oleh Tokopedia patut diberikan apresiasi karena besaran biaya jasa aplikasi atau biaya transaksi yang dikenakan ditampilkan di platform sebagai bentuk transparansi kepada seluruh penggunanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved