Selasa, 21 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Pakar Ekspresi Ungkap Arti Mimik Wajah Ferdy Sambo Saat Meminta Maaf

Pakar mikro ekspresi Kirdi Putra mengungkapkan artis ekspresi Irjen Ferdy Sambo yang pertamakali muncul di publik untuk meminta maaf.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
Wartakotalive/Miftahul Munir
Irjen Ferdy Sambo mengapa baru ucapkan belasungkawa untuk brigadir J? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pakar mikro ekspresi Kirdi Putra mengungkapkan artis ekspresi Irjen Ferdy Sambo yang pertamakali muncul di publik untuk meminta maaf.

Diketahui usai anak buahnya Bharada E ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J, Kadiv Propam non aktif Irjen Ferdy Sambo akhirnya muncul ke publik pada Kamis (4/8/2022).

Dalam kemunculan perdananya, Irjen Ferdy Sambo meminta maaf atas peristiwa penembakan yang terjadi di rumah dinasnya.

Pakar mikro ekspresi Kirdi Putra pun membaca penyampaian non verbal dari mimic Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Kirdi Putra, ekspresi Irjen Ferdy Sambo dari hidung ke atas yang tidak tertutup masker nyaris datar dan tanpa ekspresi.

Namun, apabila dibaca dari suara, nada yang dikeluarkan Irjen Ferdy Sambo terdengar tegang.

“Kalau digabungkan dengan suara yang kita lihat bahwa suara menandakan dia tegang,” jelas Kirdi Putra di Kompas Tv pada Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Pernyatan Lengkap Irjen Ferdy Sambo soal Pembunuhan Brigadir J, Sesaat Sebelum Diperiksa Bareskrim

Sementara, apabila mendengar kata-kata permintaan maaf yang dilontarkan Ferdy Sambo, Kirdi Putra curiga bahwa permintaan maaf itu sudah disusun sebelumnya.

Artinya permintaan maaf tersebut dirancang dan bukan dari hati Ferdy Sambo yang terdalam.

“Bisa jadi karena Irjen Sambo lugas, tegas, tapi di sini adalah sebuah peristiwa hilangnya nyawa seseorang dan orang ini bukan orang jauh tapi orang sangat dekat yang bisa jadi buat keluarga dianggap anak,” jelas Kirdi.

Lebih menarik lagi kata Kirdi, di ujung permintaan maaf itu Ferdy Sambo menambahkan kalimat tapi yang menunjukan tidak ada penyesalan dalam peristiwa penembakan tersebut.

Sehingga Kirdi menduga bahwa permintaan maaf tersebut hanyalah bentuk formalitas untuk meredam emosi masyarakat.

“Kalau begitu apa benar-benar menyesal dari kematian Brigadir J jawabannya bisa tidak,” tuturnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved