Kredit Fiktif

Kejari Kabupaten Bogor Kantongi Calon Tersangka Kredit Fiktif di BRI Cipayung Bogor

Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menaikkan status penanganan perkara tindak pidana korupsi dugaan penyaluran kredit fiktif di BRI

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Hironimus Rama
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Agustian Sunaryo menaikkan status penanganan perkara tindak pidana korupsi dugaan penyaluran kredit fiktif di BRI Unit Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, ke tahap penyidikan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menaikkan status penanganan perkara tindak pidana korupsi dugaan penyaluran kredit fiktif di BRI Unit Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

Hal itu tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT-03/M.2.18/Fd.2/08/2022 tanggal 04 Agustus 2022.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Agustian Sunaryo mengatakan peningkatan status perkara ini didasarkan pada hasil ekspose dan gelar perkara yang telah dilaksanakan oleh tim Penyidik Pidsus Kejari Kabupaten Bogor.

"Hari ini kami menyampaikan bahwa status penanganan perkara tindak pidana korupsi dugaan penyaluran kredit fiktif di BRI Unit Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, naik dari tahap penyelidjkan ke tahap penyidikan," kata Agustian di Cibinong, Kamis (4/8/2022).

Modus operandi dalam kasus ini adalah penyaluran kredit fiktif kepada 21 nasabah dengan kerugian mencapai Rp 2,2 Miliar.

"Nasabah BRI pernah mengajukan pinjaman ke bank. Walaupun sudah lunas, data-data pribadinya digunakan oleh staf di internal Bank BRI untuk mengajukan kredit baru yang fiktif," jelasnya.

Baca juga: VIDEO Kasus Kredit Fiktif di BRI Unit Cipayung Bogor Mulai Terungkap

Perkara ini bermula dari adanya temuan rekening salah satu nasabah yang gagal bayar atas kredit yang diajukan padahal nasabah sendiri telah melunasi kredit nya kepada Bank BRI.

Setelah dilakukan pengecekan kembali atas rekening nasabah tersebut ditemukan fakta bahwa ada pembuatan rekening kredit baru tanpa sepegetahuan dari nasabah yang bersangkutan.

"Saat dilakukan investigasi internal ternyata ditemukan fakta bahwa ada pembukaan rekening yang tidak sesuai dengan prosedural yang telah ditetapkan oleh Bank BRI," ungkap Agustian.

Baca juga: Buron Empat Bulan, Terpidana Kasus Pencucian Uang Harry Suganda Ditangkap Kejari Jakarta Utara

Pembukaan atau pengadaan rekening tanpa sepegetahuan nasabah tersebut tidak melalui proses verifikasi dan tanpa kehadiran nasabah.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved