Dikritik PDIP dan PSI, Perubahan Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat oleh Anies Baswedan Didukung PKS

PKS mendukung Anies Baswedan terkait rumah sehat untuk Jakarta, perubahan nama rumah sakit menjadi rumah sehat meski mendapat kritik PDIP dan PSI.

Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga
Langkah Pemprov DKI Jakarta mengadakan Pencanangan Penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta di RSUD Cengkareng mendapat dukungan dari PKS meski mendapatkan kritik dari PDIP dan PSI. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengubah penyebutan rumah sakit menjadi rumah sehat.

Partai pendukung Anies pada Pilkada 2017 lalu ini tidak mempersoalkan, meski koleganya di PDI Perjuangan dan PSI mengkritik kebijakan tersebut.

“Kami mendukung perubahan nama dari rumah sakit menjadi rumah sehat tersebut karena memberikan aura positif dan sugesti pada penyembuhan dan kesehatan, agar yang sakit menjadi sehat,” kata anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz pada Kamis (4/8/2022).

Menurutnya, pelayanan RS sekarang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan hal iini terbukti pada keberhasilan Pemerintah DKI menangani Covid-19 yang angkanya sangat tinggi di DKI Jakarta.

Baca juga: DPRD Minta Anies Baswedan Bangun Puskesmas Ketimbang Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat untuk Jakarta

Kata dia, RS adalah fasilitas publik yang harus selalu ditambah dan dilengkapi fasilitasnya, sejalan dengan makin kompleksnya jenis penyakit yang ada.

“Saya melihat tidak akan ada kata cukup untuk fasilitas, sehingga harus selalu ditambah,” ujar Aziz yang juga menjadi anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini.

Aziz mengatakan, secara umum RSUD sudah baik, tapi sebagai Ibu Kota Jakarta selalu menjadi rujukan, begitu juga dengan rumah sakti lainnya.

RSUD di Jakarta dituntut menjadi fasilitas kesehatan yang terbaik di negeri ini, karena banyak warga daerah yang berobat ke Jakarta.

Baca juga: Prasetyo Edi Kesal Anies Baswedan Ubah Penyebutan Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat

“Karena itu harus selalu dibutuhkan perbaikan dan pembenahan, sesuai jumlah pasien yang berobat, kompleksnya penyakit dan berkembang pesatnya dunia terapi medis saat ini,” imbuhnya.

Selain itu, RSUD di Jakarta juga harus mempunyai alat-alat tercanggih sehingga dapat melayani pasiennya dengan baik, efisien dan efektif.

Dia berharap, perubahan nama ini bisa diiringi dengan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang ada, sehingga tidak ada lagi warga Jakarta yang takut atau tidak bisa berobat ke rumah sakit.

“Itu hak warga untuk mendapatkan kehidupan yang sehat dan sejahtera sesuai poin nomor tiga dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustaianable development goals yang digagas sejak tahun 2015 oleh PBB dapat tercapai segera di negara kita sesuai targetnya sebelum tahun 2030,” jelasnya. (faf)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved